Irigasi Tertimbun Longsor, Sejumlah Subak Terancam Sulit Air

I Wayan Sarma
109 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Bencana tanah longsor membuat petani di Kabupaten Bangli ketar-ketir kesulitan air. Masalahnya, sejumlah saluran irigasi tertimbun, dan ini mengancam tanaman padi milik petani di sejumlah subak.

Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, Senin (19/10) mengakui cuaca ekstrem belakangan ini berdampak terhadap sektor pertanian. Dampak lain dirasakan petani yakni banyaknya saluran irigasi tertimbun longsor, yang mengakibatkan aliran air irigasi ke wilayah subak menjadi terganggu. “Kami telah menerima laporan setidaknya ada tiga titik saluran irigasi tertimbun longsor,” terangnya.

Sarma menguraikan, saluran irigasi yang dilaporkan terdampak longsor yakni Irigasi Sidembunut, Irigasi Subak Tembuku, dan saluran irigasi Subak Hyang Api. Material yang menutup saluran irigasi di tiga lokasi itu dikatakan cukup besar. “Sejauh ini upaya penanganan telah dilakukan krama subak,” ungkapnya.

Bila dalam beberapa hari ini saluran irigasi di sejumlah subak itu terganggu, dipastikan krama subak akan mengalami kesulitan air untuk mengairi sawah mereka. Kondisi itu bermuara kepada mengancamnya tanaman padi petani. Yang paling mengkhawatirkan adalah tanaman padi di subak Tembuku yang baru berumur dua minggu.

Dalam usia dua minggu, ulasnya, padi membutuhkan air yang cukup. Selain itu, petani di Subak Sidembunut dan Hyang Api juga terancam kesulitan air. “Bila timbunan tanah besar, kami minta kelian subak agar berkoordinasi dengan perbekel dan camat setempat, juga bisa minta bantuan ke jajaran TNI dan Polri,” tandasnya. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.