Instruksi Pengaturan Operasional Toko Modern Disosialisasikan, Minggu Depan Mulai Penindakan

ist/petugas Pol PP dan Linmas Saat melakukan Pembinaan dan Pengangkutan Kursi dan Meja di toko modern
664 Melihat

Satpol PP Mulai Tertibkan Meja dan Kursi Space Publik Yang disediakan Toko Modern

MANGUPURA, POSBALI.co.id – Pasca terbitnya Instruksi Nomor 510/1957/Diskop.UKMP/Sekret yang ditandatangani Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa, terkait pengaturan jam operasional pasar tradisional dan toko modern di Kabupaten Badung, dalam upaya mengantisipasi dan memutus penyebaran Covid-19. Jajaran Satpol PP Kuta yang membawahi Linmas, terus bergerak melakukan sosialisasi dan mengimbau sejumlah toko modern yang berada di wilayah kabupaten Badung. Bahkan mulai Rabu (1/4), petugas Satpol PP dan Linmas di masing-masing kelurahan telah melarang penempatan kursi dan meja yang disediakan usaha terkait sebagai space publik. “Semalam (Rabu malam) saya bersama acamat Abiansemal turun bersama untuk memantau dan mengedukasi, sekarang (Kamis) staff dibawah sudah kita gerakkan juga,”terang Kasatpol PP kabupaten Badung, IGAK Surya Negara dikonfirmasi Kamis (2/4)

Dipaparkannya, selama seminggu ini, pihaknya masih terus akan mengimbau dan mensosialisasikan terkait instruksi tersebut. Termasuk mengangkut kursi dan meja yang disediakan di depan usaha. Tujuannya adalah untuk mencegah adanya kerumunan, akibat dari aktifitas nongkrong-nongkrong di depan usaha tersebut. Jika diketahui sampai ada orang yang nongkrong, pihaknya mengaku akan membubarkan aktifitas tersebut. “Minggu depan kita akan turun bersama aparat Kepolisian dan TNI. Jika ada usaha yang diketahui melanggar batas waktu yang ditentukan, kita akan langsung tindak dan tutup,”tegasnya.

Dari sosialisasi yang dilakukan tersebut, pada dasarnya usaha toko modern terkait diakuinya sudah memahami hal itu. Bahkan hal itu diakuinya memang ditunggu oleh pihak usaha, sebab mereka sebenarnya sudah mendengar wacana tersebut sebelumnya. Namun mereka belum mengetahui kepastiannya dan seperti apa imbauan yang maksudkan. “Mereka rata-rata sudah bersiap-siap menerapkan aturan tersebut. Dengan lahirnya instruksi tersebut kini mereka mulai melakukan sejumlah pengaturan operasional,”jelasnya

Sementara untuk aktifitas pasar rakyat dan pasar sengol, pada dasarnya pihak kecamatan diakuinya sudah meneruskan instruksi terkait. Bahkan Camat Kuta Utara sudah menindaklanjuti hal itu dengan membuat surat imbauan, dengan mengacu kepada instruksi terkait. Pihaknya kini tinggal memantau aktifitas pasar tersebut, apakah benar instruksi itu telah dipatuhi adanya.

Sementara Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan kabupaten Basung, Made Widiana menerangkan, pengawasan dan pembinaan akan instruksi tersebut dilaksanakan langsung oleh Satpol PP Badung. Selain itu pihaknya juga sudah berkoordinasi kepada masing-masing Camat, untuk meneruskan hal itu kepada pihak Lurah, Desa dan Desa Adat, untuk ikut mengkawal instruksi Bupati Badung melalui Sekda. “Nanti malam saya akan memantau juga, apakah benar sudah sampai atau bagaimana,”ujarnya.

Dipaparkannya, dari data tahun 2019 yang dimiliki pihaknya. Jumlah pasar rakyat di Badung ada 53, toko modern 585, pasar sengol 10, pertokoan 11. Mengacu instrukso tersebut, maka seluruh pasar tersebut harus mengatur jam operasionalnya dari jam 9 pagi sampai maksimal jam 9 malam sudah harus tutup. Jika mereka melanggar, maka pihaknya menyerahkan kewenangan penindakan itu kepada Satpol PP. Namun jika pihak usaha memangkas jam operasionalnya dari waktu yang ditentukan, hal itu di perbolehkan adanya. “Untuk pasar rakyat, kita memgimbau agar kepala pasar mengatur mekanismenya, dengan berkoordinasi dengan pihak desa adat. Agar tidak berjubel, kita harap ini bisa diatur dengan perbantuan dari desa adat,”imbuhnya. 023

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.