Industri Event Bisa Jadi Motor Penggerak Pemulihan Pariwisata Bali

Hybrid Drive in Festival Bali Era Baru, simulasi CHSE dalam penyelenggaraan event di Kertalangu, Denpasar, Agustus 2020
156 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Ketua DPD Ivendo (Industri Event Indonesia) Bali  Grace Jeanie menyambut baik rencana pemerintah membuka Bali bagi segmen pariwisata internasional pada Juli 2021 bila angka terkonfirmasi positif Covid-19 semakin landai dan terkendali.

Hal ini menanggapi isyarat Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Bali beberapa hari yang lalu perihal pembukaan pariwisata Bali kemungkinan bisa dilakukan pada Juli 2021.

Grace menilai, isyarat Presiden Jokowi itu memberi angin segar bagi seluruh pelaku industri pariwisata di Bali termasuk para pelaku penyelenggara kegiatan (event) untuk terus berbenah diri dan berkolaborasi dengan komponen terkait. Terutama memastikan penerapan prokes (termasuk yang berbasis CHSE) secara ketat seiring upaya pemerintah mewujudkan herd immunity dengan mengoptimalkan vaksinasi serta pemberian stimulus bagi industri.

“Kerja besar ini bukan semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah saja namun harus mampu melibatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkannya. Hal inilah yang mendorong kami, Ivendo Bali terus menggaungkan semangat engage, collaborate, dan accelerate,” ujar Grace Jeanie dalam siaran persnya di Denpasar, Kamis (18/03/2021).

Untuk percepatan realisasi tesebut Grance menyampaikan sumbangan pemikiran, antara lain harus ada penerapan prokes yang menyentuh semua sektor serta lapisan masyarakat di Bali disertai sistem kontrol kuat. Pihaknya siap melakukan sejumlah pelatihan.

Terkait persiapan re-open border, kata Grace, bisa diawali sebelumnya dengan melakukan simulasi semisal mengundang media asing dan perwakilan negara asing ke Bali dan melakukan publikasi serta promosi secara gencar untuk menunjukkan kesiapan Bali.

“Untuk menggerakkan sektor UMKM, Ivendo Bali juga mengusulkan agar menggunakan produk UMKM sebagai produk souvenir kegiatan. Baik kegiatan yang diadakan oleh kantor-lembaga maupun BUMN,” ujar Managing Director JP Pro Bali ini.

Menurut Grace, sejatinya pelaku industri event seperti PCO, EO, WO & Promotor memiliki peran dan peluang yang besar dalam memberikan kontribusi bagi pemulihan pariwisata di Bali. Sama strategisnya dengan industri penerbangan dan usaha biro perjalanan. “Semuanya bersifat mover (menggerakkan-red),” tandasnya.

Dia juga menyinggung terkait dana hibah untuk pariwisata. DPD Ivendo Bali mengharapkan pemerintah pusat dan daerah untuk juga memberikan stimulus kepada pelaku industri event Bali. Sesungguhnya banyak sekali pekerjaan yang dapat diberikan kepada ribuan pekerja event yang saat ini jobless di Bali.

Grace Jeanie lantas bertamsil, “Jangan berikan ikannya, tapi berikan kailnya. Buka ruang dan kesempatan yang lebih luas dan lebih merata untuk dapat mengakses dan memproduksi event-event di Bali. Tidak melulu menjadi sub-kontraktor dari EO-EO di pusat.” gre

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.