Imbauan MDA Kota Denpasar: Saraswati Sembahyang di Rumah, Banyu Pinaruh Tidak ke Pantai

AA Ketut Sudiana
251 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar mengeluarkan surat imbauan bernomor 25/MDA-DPS/I/2021 yang mengatur tentang pelaksanaan Hari Suci Saraswati, Banyu Pinaruh, dan Hari Pagerwesi. Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 pada klaster upacara adat dan keagamaan.

Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Rabu (27/1/2021) menjelaskan, umat Hindu akan melaksanakan rangkaian upacara keagamaan dalam beberapa hari ke depan. Hari Saraswati yang jatuh pada 30 Januari 2021, Banyu Pinaruh yang jatuh sehari setelah Saraswati yakni pada 31 Januari 2021, dan Pagerwesi pada 3 Februari 2021. “Mengingat saat ini masih pada masa pelaksanaan PPKM, dan pandemi Covid 19, maka dipandang perlu dikeluarkanya imbauan sebagai pedoman bagi umat Hindu di Kota Denpasar dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan keagamaan tersebut,” ujar Sudiana.

Dia menjelaskan bahwa pada intinya seluruh rangkaian upacara dapat dilaksanakan. Hanya saja penerapan protokol kesehatan (prokes) wajib diperketat. “Rangkaian upacara tetap dilaksanakan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat, baik itu menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak aman dan tidak berkerumun. Nantinya rangkaian tersebut diawasi oleh Satgas Covid-19 di desa adat,” jelasnya.

Sudiana merinci bahwa secara teknis bahwa saat Hari Saraswati, masyarakat diimbau untuk melaksanakan persembahyangan dari rumah baik di merajan maupun di sanggah masing-masing. Rangkaian hari suci yang memperingati turunnya ilmu pengetahuan ini digelar lebih singkat tanpa adanya rembuk sastra.

Untuk Banyu Pinaruh, lanjut Sudiana bahwa masyarakat diimbau untuk tidak ke pantai atau tempat umum lainnya, melainkan melaksanakan pengelukatan dari rumah. Secara umum upakara pengelukatan akan dilaksanakan Pemkot Denpasar di Pantai Padanggalak untuk nantinya tirta pengelukatan dibagikan kepada masyarakat Kota Denpasar melalui desa adat.

“Dari imbauan ini juga kami sampaikan bahwa bagi desa adat yang di wilayahnya terdapat pantai atau beji tempat melukat agar melaksanakan pengawasan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta melaksanakan penjagaan pintu masuk dan mengimbau krama desa adat untuk tidak melaksanakan pengelukatan di pantai saat Hari Banyu Pinaruh,” ujarnya.

Untuk Hari Pagerwesi, Sudiana mengatakan bahwa secara umum pelaksanaanya tetap memperhatikan dresta di masing-masing desa adat, penerapan prokes terus dioptimalkan dan dilaksanakan pengawasan oleh Satgas Covid-19 di desa adat. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.