Ikan Mola-mola Berusia Ratusan Tahun Terdampar di Pantai Penarukan

Proses evakuasi ikan mola-mola terdampar dalam kondisi sudah mati di pesisir pantai Penarukan, Buleleng, Rabu (24/11/2021).
395 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Ikan jenis mola-mola dalam kondisi sudah mati terdampar di pantai wilayah Kelurahan Penarukan, Buleleng, Selasa (23/11/2021) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Terdamparnya ikan langka itu membuat heboh warga yang ada di pesisir pantai Penarukan, hingga mereka berbondong-bondong datang untuk sekedar melihat ikan tersebut.

Informasi terdamparnya ikan mola di kawasan pantai Penarukan itu membuat anggota Sat Pol Airud Polres Buleleng langsung mendatangi lokasi bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KDSA) dan tim Universitas Pendidikan Genesha (Undiksha) Singaraja.

Kasat Pol Airud Polres Buleleng, AKP Wayan Parta, membenarkan terdamparnya ikan jenis mola yang sudah mati di pantai Penarukan. Ikan tersebut diperkirakan sudah berumur ratusan tahun. Saat ini, ikan itu sudah ditenggelamkan guna menghindari masyarakat yang ingin mengkonsumsi ikan tersebut.

AKP Parta pun mengimbau, agar masyarakat tidak memburu hewan laut yang dilindungi.  “Ikannya ada yang mau potong, kami langsung berikan pemahaman agar jangan dipotong,” kata AKP Parta, Rabu (24/11/2021).

Sementara Kaprodi Akuakultur Undiksha, Dr. Gede Iwan Setiabudi menjelaskan, jika habitat asli ikan mola ada di kedalaman sekitar 200 meter hingga 500 meter. Hingga kini belum diketahui penyebab ikan dengan panjang 196 centimeter (cm) dan lebar 130 cm itu mati.

“Saya belum berani memastikan ikan itu mati keracunan atau apa karena tidak dilakukan autopsi. Ya, kami hanya melakukan assessment untuk mengukur ikan tersebut. Yang jelas menurut perkiraan usia ikan ini sekitar ratusan tahun,” jelas Iwan Setiabudi.

Menurut Iwan, pihaknya sering kali menerima informasi dari beberapa nelayan yang sedang melaut kerap melihat ikan mola-mola. Meski demikian Iwan mengaku, masih belum mengetahui data pasti apakah terdapat habitat ikan ini di perairan Buleleng.

“Karena keterbatasan data dan referensi, membuat ikan mola ini kategori langka. Sampai saat ini, peraturan juga belum menentukan kalau ikan tersebut dilindungi. Data terbatas mengenai ikan ini. Jadi, ikan ini jarang sekali ditemukan,” pungkas Iwan Setiabudi. rik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.