“Hulu Hilir” Ajak Generasi Muda Dukung Petani dan Pangan Lokal

Konferensi pers program “Hulu Hilir” di Renon, Denpasar, Senin (7/6/2021).
103 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Sebelum adanya pandemi Covid-19, petani lokal Bali memiliki hilirisasi pertanian ke sektor pariwisata. Ketika pandemi melanda, hasil panen lokal yang biasanya dapat diperjualbelikan terpaksa dijadikan pakan ternak karena tidak terserap pasar.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak yang terjadi pada sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi ialah melalui konsep agro-sociopreneurship,” ujar Muhammad Siraj Verwis selaku Manajer Proyek “Hulu Hilir” saat konferensi pers di Renon, Denpasar, Senin (7/6/2021).

Kegiatan “Hulu Hilir” digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi 2018, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Udayana berkolaborasi dengan Wijaya Farm Indonesia (WFI). Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak generasi muda untuk mendukung petani dan pangan lokal serta memperkenalkan WFI sebagai fasilitator sekaligus marketer bagi petani dan pangan lokal.

Pada tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19, WFI hadir sebagai fasilitator sekaligus marketer antara petani dan masyarakat Bali. WFI melakukan strategi dalam mendistribusikan hasil pangan lokal di Bali yakni sistem antar sayur hasil panen petani lokal di Bali dengan menggunakan sistem door to door.

Muhammad Siraj menambahkan, sasaran dari kegiatan ini ialah generasi muda. Hal ini dikarenakan generasi muda dapat menjadi fasilitator terhadap optimalisasi potensi sektor pertanian di masa depan. “Kegiatan ini merupakan sebuah kolaborasi awal tanpa akhir untuk mendukung petani dan pangan lokal,” ucapnya.

Menurut pemilik Wijaya Farm Indonesia, I Putu Yudi Arta Wijayakusuma, sistem distribusi ini dilakukan dengan tujuan agar hasil panen petani lokal dapat dihilirisasi kepada masyarakat, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi, yakni phsyical distancing. Yang terpenting, kata dia, mampu memotong rantai distribusi sehingga dapat menjaga harga produk pertanian agar tetap memberi keuntungan bagi para petani.

“Petani seringkali tidak mendapat harga atau perdagangan yang adil. Ketika panen raya, seringkali harga anjok sehingga petani merugi. Untuk itu, bagaimana kita bisa menjadi menjaga kehidupan di sektor hulu dalam menumbuhkan tanaman dan hingga akhirnya dihilirisasi untuk bisa turut menjaga kehidupan di tengah pandemi saat ini,” jelas Yudi Arta.

Koordinator Divisi Acara, I Gusti Agung Ayu Rahma Praminia, menyampaikan, Hulu Hilir dibagi menjadi dua kegiatan yaitu, TikTok Challenge Wijaya Farm Indonesia sebagai pra-event yang dilaksanakan secara daring tanggal 10 Mei – 3 Juni 2021. Kemudian special event Hulu Hilir: Saturday Trip with Wijaya Farm Indonesia akan dilaksanakan pada Sabtu (12/6/2021) di Banjar Pekarangan, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan. Acara utama ini terdiri atas tiga rangkaian yakni, mini collaboration, the farm game, wijaya farm’s kitchen.

Dosen FISIP Unud, I Dewa Ayu Sugiarica Joni, mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini adalah salah satu dari mata kuliah aktivitas humas. Kegiatan ini merupakan satu dari 8 proposal yang diajukan mahasiswanya. Dia pun mengharapkan kolaborasi yang tercipta ini tidak berhenti pada tugas kuliah semata, namun berkelanjutan. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.