Hujan Lebat Guyur Hampir Seluruh Wilayah Bali

641 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Minggu (1/3), seluruh wilayah Bali hampir merata diguyur hujan sedang hingga lebat. Alhasil sejumlah daerah mulai dari badung utara, Denpasar, Gianyar, dan Karangasem diketahui terdampak atas hujan lebat yang mengguyur dari pagi hingga malam hari. Selain hujan deras, peningkatan intensitas hujan tersebut juga disertai peningkatan aktifitas petir dan angin kencang tiba-tiba dengan durasi singkat. Alhasil sebuah atap bangunan di jalan Kartika Plaza lepas dan terjatuh di badan jalan. Beruntung kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Selain itu, sebuah pohon perindang juga tumbang di jalan Darmawangsa Kampial dan sempat membuat arus lalulintas tersendat.

Menurut forecaster on duty Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedi Permana. Peningkatan intensitas hujan di Bali secara umum disebabkan karena seluruh wilayah Bali kini telah memasuki musim hujan. Kendati peningkatan cuaca tersebut terlihat terjadi dari bulan Pebruari, namun pihaknya belum berani memastikan kapan puncak musim hujan. Sebab hal itu memerlukan dukungan data untuk menentukan jatuhnya puncak musim hujan. “Kondisi hujan saat bulan pebruari dengan maret relatif hampir sama. Kemungkinan puncak musim hujan ada di kisaran pebruari dan maret, sebab ada sedikit kemiripan curah hujannya,”terangnya.

Berdasarkan data model perkiraan cuaca pihaknya, selama 3 hari kedepan kemungkinan hujan dengan intensitas sedang dan lebat masih berpotensi terjadi. Namun kondisi itu akan mengalami penurunan intensitas hujan, dibandingkan kondisi hari ini. “Kecenderungan hujan muncul pada siang sampai sore hati, tapi kalau kondisi hujannya lebat itu bisa sampai malam hari. Untuk hujan pada saat dini hari itu kemungkinan bisa terjadi di Bali bagian selatan,”ungkapnya.

Kembali kepada kondisi hujan Minggu kemarin, diakuinya kondisi hujan sebenarnya dimulai dari bali bagian tengah, timur dan barat, kemudian menyebar hampir seluruh wilayah Bali. Namun untuk Bali utara, kondisi hujan tidaklah turun merata. Pihaknya juga mengingatkan bahwa selama periode musim hujan, tidak selalu hujan akan turun setiap hari namun bida berselang-seling dalam rentang tertentu. “Hujan lebat, petir dan angin kencang tiba-tiba dengan durasi singkat itu diakibatkan oleh awan Comulinimbus. Tapi kalau hujan lebat berakhir, maka kemungkinan angin kencang itu juga berakhir. Kondisi angin pada umumnya secara normal kisaran maksimal 10-15 knot,”imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Imam Fatchurochman menerangkan cuaca ekstrim seperti angin kencang dan hujan lebat disertai kilatan petir masih berpotensi terjadi dalam tiga hari ke depan. Hal tersebut disebabkan oleh adanya dinamika atmosfer, seperti pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) yang masih cukup aktif. Sehingga hal itu berpengaruh pada pembentukan potensi cuaca ekstrem di Bali dan wilayah Indonesia pada umumnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.