HPN 2020 Banjarmasin

Ket foto : Wartawan Senior yang juga Ketua Umum KONI Badung Made Nariana.
Foto: Made Nariana.
1,042 Melihat

KALIMANTAN SELATAN, POSBALI.co.id – HARI PERS NASIONAL (HPN) tahun 2020, tanggal 9 Februari dirayakan secara nasional di ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Gema HPN tahun ini, memang terasa cukup baik di kota itu. Sosialisasi panitia lokal cukup lumayan, sekalipun hari H, puncak HPN didera hujan seharian sejak pagi sampai petang tidak henti-hentinya. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menjadi leading sector perayaan HPN berhasil mengajak berbagai komponen terlibat dalam perayaan, baik kalangan pemerintahan maupun swasta.
Sekalipun dilanda platform digital media global dalam beberapa tahun belakangan ini, awak media konvensional masih mendapat kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat.

Kenapa HPN 2020 Banjarmasin saya anggap sukses. Sebagai undangan, begitu bilang dari Bali kepada masyarakat setempat, mereka pasti berkata: “ Oh, bapak datang ikut HPN ya?. Sudah berapa kali ke Banjarmasin?”.

Sejumlah sopir taksi tahu kalangan wartawan merayakan HPN, apalagi dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden memang hadir di HPN mendahului, sehari sebelum hari puncak HPN 9 Februari, karena bersamaan melakukan lawatan ke Australia. Banyak acara berubah mendadak, karena Jokowi lebih awal berada di Banjarmasin.

Satu hal yang menyenangkan wartawan, khususnya wartawan yang bekerja di media konvesional, pidato Jokowi yang menyatakan bahwa, pemerintah akan turut menyiapkan regulasi untuk memproteksi industri pers nasional dari serbuan platform digital global.

Belakangan media konvesional memang mengalami kemuduran akibat media global. Di Bali sendiri banyak suratkabar mengurangi halaman, termasuk suratkabar yang sebelumnya menjadi pelopor atau media tua yang sudah lama terbit. Mereka keteteran dengan serbuan media sosial yang kini sedang boom di tanah air.

Kata Jokowi, media konvesional pun dituntut melakukan adaptasi dengan perubahan yang begitu cepat di era digital.

Ia mengatakan, ekosistem media massa harus dilindungi supaya masyarakat mendapatkan konten berita yang baik.
Sekalipun belum ada aturan main, platform media global masuk dan mengancam dunia pers. Mereka meraup iklan begitu besar, padahal aturan pers sangat ketat.

“Oleh karena itu perlu diatur dengan persiapan konsep regulasi”, kata Jokowi.
Presiden mengatakan, negara sangat membutuhan kehadiran pers dalam perspektif yang jernih. Pers harus berdiri di depan melawan penyimpangan dan kekacauan informasi yang sering disengaja. Pers juga harus melawan memerangi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah, yang mengancam masyarakat dan demokrasi.

Sebagai insan pers, saya memang mengamati, 10 tahun belakangan ini, ujaran kebencian, fitnah dan hoaks
bertebaran melalui media digital. Masyarakat sering tidak dapat membedakan yang mana kritik, dan yang mana ujaran kebencian. Banyak pihak memfitnah pihak lain, dengan dalih sebagai kritik sosial. Anehnya banyak yang membela dengan berlindung di balik hak asasi manusia.
Banyak orang bahkan tokoh yang nyinyir di media global digital berlindung di balik kebebasan berpendapat, padahal kebebasan itu tetap ada batasnya berdasarkan regulasi dan kode etik serta didasari atas budaya masyarakat.
Kebebasan berpendapat memang dilindungi, tetapi kebebasan tidak seenaknya tanpa memikirkan pihak lain yang juga harus dijamin kebebasannya.

Saya sepakat media massa konvesional harus segera beradaftasi dengan platform digital global. Namun sebaliknya, semua pihak harus jujur dan pintar dalam bersosial – media sehingga tidak terjebak dengan fitnah dan ujaran kebencian sesama warga bangsa.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari mengatakan, hadirnya negara untuk mewujudkan berbagai regulasi sangat penting. Regulasi tidak saja menjamin persaingan bisnis media yang sehat, tapi juga mampu memberantas gelombang hoaks melalui media sosial.

Ia juga berharap, pemerintah harus lebih adil soal perpajakan kepada media massa, yang selama ini ikut berjuang membangun negeri. Banjarmasin,10.02.2020). 021

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.