Hina Jro Mangku di Facebook, Perbekel Tamblang Jadi Tersangka

KRAKOW, POLAND - 2018/12/05: Facebook logo is seen on an android mobile phone. (Photo by Omar Marques/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
Ilustrasi.
93 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Buntut dari dari saling hujat di media sosial (medsos) Facebook yang berimbas pada penghinaan terhadap jro seorang mangku, membuat Made Diarsa (51) yang merupakan Perbekel Desa Tamblang, harus berurusan dengan hukum. Diarsa diduga menjadi orang yang bertanggung jawab atas penghinaan tersebut sehingga ditetapkan menjadi tersangka.

Diarsa diduga telah melakukan pelanggaran atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik (UU ITE). Persoalan ini bermula dari saling hujat saat memberikan komentar pada salah satu akun Facebook. Diarsa memberikan komentar pada akun milik salah seorang Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, bernama Jro Mangku Ketut Arsadia (33).

Dalam komentar yang diposting pada 12 Agustus 2020 lalu sekitar pukul 14.00 Wita, Diarsa menulis dengan berbahasa Bali “Pangeran Tangkas Kori Agung, baju geruh putih keneh caine tro taen mledek, mk ngintipin sesari”. “Pangeran boi, dewa ratu”, dan beberapa cuitan lagi. Artinya dalam bahasa Indonesia: “Pangeran Tangkas Kori Agung baju saja putih pikiran kamu tidak pernah bagus, hanya ngintip sedekah.”

Akun Facebook Pangeran Tangkas Kori Agung yang disebut dalam cuitan itu merupakan akun milik pelapor (Jro Mangku Ketut Arsadia). Akibat cuitan itu, Arsadia tidak terima, selanjutnya melaporkan Diarsa ke Polres Buleleng, Jumat (4/9) lalu. Jro Mangku Arsadia merasa dilecehkan harkat dan martabatnya sebagai seorang pemangku. Laporan itu diterima dalam surat tanda penerimaan laporan No. SPTL/III/IX/2020/BALI/ RES BLL. Diarsa terancam dijerat pasal UU ITE.

Dari informasi diperoleh bahwa setelah melalui proses panjang, jajaran Satreskrim Polres Buleleng kini menetapkan Made Diarsa sebagai tersangka. Dia diduga melakukan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, sehingga dianggap melanggar UU ITE.

Dikonfirmasi Kamis (15/10) seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Harianto enggan untuk berkomentar banyak. Dia berdalih, penanganan kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan. “Masih dalam pemeriksaan. Tapi kalau ditingkatkan (penyelidikan ke tahap penyidikan, red) sudah,” terangnya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.