Hendak Berobat ke Rumah Sakit, Siswi SMA Tertimpa Pohon Tumbang dan Meninggal

Luh Budasari, korban yang meninggal akibat tertimpa pohon tumbang.
319 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Musibah pohon tumbang yang terjadi pada Jumat (25/12/2020) malam di jalan Ratulangi, Kelurahan Penarukan, Buleleng, menewaskan satu orang. Ni Luh Budasari (18) asal Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Buleleng, dinyatakan meninggal pada Sabtu (26/12/2020) pagi setelah mendapatkan perawatan intensif di IGD RSUD Buleleng.

Kejadian pohon tumbang yang menewaskan satu orang ini terjadi ketika terjadi hujan lebat di wilayah Buleleng. Saat itu, korban Budasari dan Komang Reditya (40) yang tak lain ayah korban dibonceng Ketut Widiartawan (20) yang merupakan sepupu korban mengendarai sepeda motor.

Mereka bertiga berangkat dari Desa Menyali hendak menuju ke RSUD Buleleng untuk membawa Budasari yang dalam kondisi sakit. Tiga orang yang menaiki motor berboncengan ini melintasi Jalan Ratulangi di wilayah Kelurahan Penarukan.

Widiartawan mengendari motor DK 4662 UAD, sementara Budasari ada di tengah-tengah dan Reditya ada di belakang. Mereka melaju dari arah utara menuju selatan. Nahas, ketika dalam perjalanan tepatnya di lokasi kejadian, mereka tertimpa pohon asam setinggi 4 meter dan diameter 80 Cm yang tumbang.

Ketiga korban sempat terjebak di antara batang dan dahan pohon yang tumbang ke bahu jalan selama beberapa menit. Sampai kemudian warga ramai-ramai mengevakuasi mereka. Ketiga korban dalam kondisi terluka langsung dibawa ke RSUD Buleleng.

Sebanyak 20 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng dan sejumlah personel Polsek Kota Singaraja terjun ke TKP untuk mengevakuasi pohon roboh yang menutup sebagian jalan yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut.

Tiba di RSUD Buleleng, ketiga korban langsung ditangani oleh tim medis. Namun sayang, Budasari yang saat itu dalam keadaan sakit, kondisinya menurun hingga perempuan yang duduk di bangku kelas XII SMA ini dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter. Korban menderita luka berat pada bagian kepala pascatertimpa pohon asam.

“Pasien meninggal pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.30 Wita. Sejak masuk ruangan IGD, kondisi pasien atas nama Budasari tidak pernah sadarkan diri. Pasien meninggal dunia setelah mengalami cedera berat pada kepala,” kata dokter IGD RSUD Buleleng, dr. Gede Mahatma.

Jenazah Budasari pun dipulangkan oleh keluarga ke rumah duka di Banjar Dinas Kanginan, Desa Menyali. Jenazah dikebumikan di Setra Desa Adat Menyali pada Sabtu (26/12/2020) sekitar pukul 13.00 Wita.

Luh Budasari merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Komang Reditya (40), dengan Ketut Suranis (40). Saat ini, ayah korban yakni Reditya, yang juga ikut menjadi korban musibah pohon tumbang, masih menjalani perawatan di RSUD Buleleng bersama Ketut Widiartawan.

“Selama di jalan, anginnya kencang, sampai ada pohon yang tumbang dan menimpa kami. Saya saat itu langsung pingsan, dan tidak ingat apa-apa. Baru sadar saat sudah di rumah sakit,” ungkap Reditya.

Dia mengaku, saat kejadian anaknya memang tidak memakai helm lantaran sedang terburu-buru mengingat kondisi anaknya sudah sangat lemah karena terkena demam berdarah. “Saya tidak ada firasat apapun. Anak saya sudah dari tiga hari demam tinggi, terus kondisinya drop dan mulutnya berdarah. Sehingga Jumat kemarin saya coba periksakan ke RSUD karena gejala DB,” ucapnya.

Reditya pasrah atas musibah yang menimpa anaknya dan telah mengikhlaskan kepergian buah hatinya tersebut. “Ini sudah musibah. Saya sudah ikhlas, tidak dapat mengantarkan anak saya ke setra karena saya masih harus menjalani perawatan karena wajah dan bahu masih luka-luka,” pungkas Reditya. rik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.