Heboh Suara Dentuman Keras, Sempat Diduga Peledakan di Proyek Bendungan

ILUSTRASI
226 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Suara dentuman (ledakan) terdengar cukup keras pada Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 10.30 WITA. Suara dentuman keras sebanyak 2 kali itu, cukup menghebohkan masyarakat Buleleng. Bersamaan dengan suara dentuman itu diikuti dengan adanya getaran tanah (daratan). Tak pelak, kondisi itu membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah.

Dari informasi yang diterima, suara dentuman itu terdengar hampir di seluruh wilayah Buleleng sampai di kawasan Danau Tamblingan, Desa Pancasari. Bahkan, kabarnya sampai terdengar di sebagian wilayah Tabanan. “Suara dentumannya itu seperti petir atau ban truk pecah. Keras sekali. Suaranya seperti jauh, namun keras sekali,” kata Ngurah Krisna, salah seorang warga di Kota Singaraja.

Warga di Kelurahan Seririt hingga Kecamatan Gerokgak juga mengaku mendengar suara dentuman tersebut. “Saya kaget. Saya kira itu petir, tapi kok cuaca terang. Dentuman sangat keras, tapi asal suaranya jauh,” ujar Alif Rahmat, warga Seririt.

Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol AA Wiranata Kusuma, mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah utara tepatnya dari lokasi tempat tinggalnya di wilayah Desa Tukad Mungga. “Saya mendengar suara dentuman sangat keras dan saya kira itu suara letusan ban mobil,” ucapnya.

Dia mengaku masih mencari sumber asal suara dentuman dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. “Sumber suaranya masih belum dipastikan dari mana. Tapi saya koordinasikan dulu dengan jajaran. Banyak orang mendengar suara itu,” jelas Wiranata Kusuma.

Masih belum bisa dipastikan asal suara dentuman tersebut. Hingga saat ini, sejumlah pihak terkait masih berupaya mencari informasi sumber suara dentuman tersebut. Beredar kabar, terdapat dua kemungkinan sumber asal suara dentuman tersebut.

Pertama, diduga ada kegiatan blasting (peledakan) di proyek Bendungan Tamblang. Yang kedua, diduga ada benda luar angkasa yakni berupa meteor jatuh dan bergerak dari atas ke bawah yang menuju laut atau daratan. Pasalnya, suara itu terdengar berasal dari arah timur yang seperti bergerak ke arah barat laut.

Terkait dugaan suara dentuman itu berasal dari pengerjaan Bendungan Tamblang yang ada di Desa Sawan, Perbekel Desa Sawan, Nyoman Wira, memastikan tidak ada aktivitas di proyek bendungan itu. “Saya juga mendengar suara dentuman itu. Saya pastikan tidak ada pengerjaan apapun di proyek Bendungan Tamblang,” ungkap Nyoman Wira.

Hal senada disampaikan oleh Manajer Lapangan Proyek Bendungan Tamblang, Alfrian, yang menyebut tidak ada aktivitas blasting bahan peledak (handak) di proyek Bendungan Tamblang. “Hari ini (kemarin, red) memang nihil ada blasting dan handak dalam keadaan aman,” jelas Alfrian.

Sementara itu, sejumlah sumber menyebutkan, dari beberapa wilayah di Buleleng seperti di Desa Pengastulan dan Desa Dencarik bahwa suara ledakan itu terdengar setelah ada beberapa masyarakat yang melihat ada semacam benda yang bersinar turun atau jatuh dari langit arah timur menuju ke arah barat laut Buleleng. Benda itu yang diduga jatuh itu adalah kemungkinan kedua yakni meteor jatuh pada siang hari.

Data BMKG Bali menyebutkan, bunyi dentuman keras yang terdengar di wilayah Buleleng, namun penyebabnya masih belum diketahui. Dari hasil pantauan BMKG, terdapat anomali sinyal yang tercacat di sensor seismik Singaraja pada pukul 10.27 WITA. Namun, sinyal itu bukanlah merupakan sinyal seismik gempa bumi.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin, mengaku belum mengetahui penyebab atau asal sumber bunyi ledakan keras yang terdengar di wilayah Bumi Panji Sakti itu. “Kami masih belum bisa mengkonfirmasi penyebabnya. Ya, sebagai tambahan informasi, sejak pukul 08.00 WITA sampai dengan saat ini tidak ada kejadian gempa bumi di wilayah Bali atau Buleleng,” kata Rentin. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.