‘Hatinya’ PKK Pacu Semangat Warga Desa Ulakan Bercocok Tanam

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, menyampaikan tentang keberadaan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Program ‘Hatinya’ PKK.
534 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Gerakan ‘Hatinya’ PKK yang terus digelorakan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, disambut positif warga Banjar Dinas Tengah, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem dengan membuat Kelompok Wanita Tani (KWT) Laksmi Dewi yang beranggotakan 30 orang. Program ‘Hatinya’ PKK sendiri bertujuan agar tanah pekarangan dapat dikelola secara optimal dan dimanfaatkan untuk menanam pangan dan tanaman produktif seperti sayur mayur hingga bumbu dapur.

Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan kunjungan kerja, Minggu (23/8) ke KWT Laksmi Dewi bersama Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana. Kunjungan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, bersama Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana.

Ketua KWT Laksmi Dewi, Ni Ketut Sulaksmi, didampingi Pembina I Made Arta Dana menyampaikan, KWT Laksmi Dewi tercipta karena mendengar adanya siaran informasi program ‘Hatinya’ PKK di Provinsi Bali yang dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan pangan di masyarakat, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19.

“Untuk mewujudkannya, kami langsung mengumpulkan warga. Setelah berkumpul ternyata spiritnya sama ingin mewujudkan ketahanan pangan, sehingga berlanjut kami bentuk Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi ini yang beranggotakan 30 orang,” ujar Sulaksmi.

Ia menuturkan, lahan yang digunakan untuk bercocok tanam adalah lahan ‘ayahan desa’ seluas 44 are. Adapun tanaman yang dibudidayakan berupa ketela, tomat, bayam, cabai, terong, timun, pare, kangkung, kelor, sereh, jahe merah, hingga pohon buah pisang dan pepaya. Ketika panen, KWT Laksmi Dewi tidak hanya membagikan hasilnya kepada para anggota. Namun, juga dibagikan kepada warga yang membutuhkan di tengah pandemi.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, di hadapan Gubernur menyebutkan, keberadaan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Program ‘Hatinya’ PKK sangat sejalan dengan kebijakan di Pemprov Bali yang memiliki misi yaitu tersedianya pangan yang cukup bagi krama Bali, dan sebagai wujud implementasi Perub Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali untuk Taman Gumi Banten, Usada, dan Penghijauan.

Wisnuardhana mengungkapkan, Pemerintah Pusat melalui APBN Dekonsentrasi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan melalui APBD Provinsi Bali telah turut serta membiayai kegiatan P2L ini. Tahun ini kegiatan P2L dilaksanakan oleh 70 KWT yang tersebar di seluruh Bali. P2L tahap pengembangan sebanyak 32 KWT diberikan dana stimulus masing-masing Rp 15 juta, sedangkan P2L tahap penumbuhan sebanyak 38 KWT diberikan dana stimulus yang masing-masing Rp 50 juta.

“70 KWT ini telah menerima dana stimulus yang diserahkan oleh Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, pada tanggal 6 Agustus 2020. Dan dampaknya sangat bermanfaat ketika Gubernur Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali, yang mana hasil panen program P2L ini juga dapat dijual ke Pasar Gotong Royong Krama Bali,” katanya. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.