Hasil Swab Positif -Negatif, Dua Bersaudara Batal Pulkam, Dua Kali Swab di Unicare Klinik

Hasil Swab Antigen
Hasil Swab Antigen
567 Melihat

DENPASAR,POS BALI – Hasil tes Swab Antigen yang berubah-ubah dua bersaudara,  David Kloor dan Melcius  batal pulang kampung (Pulkam) melalui penerbangan pesawat Lion Air, Denpasar-Maumere, pukul 11.20 Wita,  Rabu (1/9).     “Tanggal 31 Agustus kami bertiga swab antigen di Sentral Parkir Kuta. Swab ini sudah satu paket dengan harga tiket. Swab test dilakukan oleh petugas dari Unicare Klinik. Hasil swab, saya dan kakak positif, sedangkan anak saya negatif,” kata David saat menghubungi POS BALI.

Karena merasa sehat dan tidak ada gejala fisik, Rabu (1/9) ketiganya berangkat ke Bandara Ngurah Rai. Di bandara mereka kembali melakukan swab di klinik yang sama tak jauh dari bandara. “Saya ke bandara lebil awal.  Test lagi di area Bandara. Hasil test, saya dan kakak negatif,” kata David. Pengelola  swab di area bandara satu manejemen dengan di Sentral Parkir, Unicare Klinik.

Karena hasil negatif, ketiganya ke pintu masuk untuk check in. Namun oleh petugas,  David dan Melcius tak dibolehkan terbang karena hasil swab pertama positif.   “Saya tanya ke petugas, hasil swab mana yang dipakai, tanggal 31 Agustus atau tanggal 1 September. Setelah mereka diskusi dengan petugas lain dan crew pesawat kami dibilang tak bisa terbang. Akhirnya anak saya sendiri yang berangkat ke Maumere, Flores,”kata David.

Bagi David hal ini aneh, karena ia bersama saudara sudah dua kali vaksin dan punya sertifikat. Dan lebih aneh lagi, saat swab kedua di klinik yang sama masih tetap diterima, mestinya ditolak. “Sebagai kami orang awam yang tak ngerti, hal ini aneh saja. Karena tiap orang swab memakai NIK terkoneksi dengan Kementerian Kesehatan atau intansi terkait. Kok tidak terdata, kalau sudah positif pertama, kenapa diterima swab lagi. Mestinya langsung ditolak karena sudah positif,” kata David dengan nada kesal sembari mengakui biaya tiket katanya dikembalikan maskapai. “Biaya tiket dikembalikan, hanya sampai kapan prosesnya kami tidak tahu,” kata David.003

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.