Hari Ketujuh Belum Ada Hasil, Pencarian Nelayan Desa Penuktukan Dihentikan

Tim SAR dan Polair saat melakukan pencarian terhadap korban Nyoman Indrawan yang dinyatakan hilang di perairan Penuktukan, Tejakula.
98 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Proses pencarian seorang nelayan asal Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, bernama Nyoman Indrawan (38) yang hilang usai tenggelam di laut Desa Penuktukan saat mancing ikan beberapa waktu lalu, resmi dihentikan oleh tim SAR Buleleng. Penghentian ini lantaran selama seminggu pencarian belum membuahkan hasil.

Kepala Pos SAR Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan, proses pencarian sudah dihentikan terhitung sejak Sabtu (17/10). Proses pencarian sudah dilakukan oleh petugas gabungan dari tim SAR, kepolisian, dan dibantu nelayan hingga sejauh 20 mil, tapi korban belum ditemukan.

“Sesuai SOP, kalau sudah tujuh hari tapi hasilnya tetap nihil, maka proses pencariam dihentikan. Namun tidak menutup kemungkinan jika nanti ada tanda-tanda korban ditemukan, bisa dilanjutkan pencariannya,” kata Hendri, Minggu (18/10).

Penghentian proses pencarian ini, jelas Hendri, sudah dikoordinasikan dengan keluarga korban. Meski demikian, tim SAR Buleleng juga tetap berharap bantuan nelayan jika ketika melaut menemukan tanda-tanda korban ditemukam agar segera melapor kepada tim SAR Buleleng.

“Selama proses pencarian memang tidak ada kendala seperti cuaca buruk, tapi memang SOP selama tujuh hari. Kalau nihil artinya dihentikan. Kami juga berharap agar nelayan saat melaut tetap hati-hati dan waspada sehingga kejadian seperti ini bisa dihindari,” pungkas Hendri.

Sebelumnya, seorang nelayan asal Banjar Belimbing, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, bernama Nyoman Indrawan (38) dikabarkan hilang akibat tenggelam di tengah laut wilayah Desa Penuktukan, pada Minggu (11/10) sekitar pukul 17.30 Wita. Korban tenggelam saat hendak mencari ikan bersama saudara iparnya Made Adi Setiawan (34).

Awalnya korban pergi melaut bersama iparnya Adi Setiawan sekitar pukul 16.30 Wita untuk mencari ikan menggunakan perahu kayu warna putih. Saat itu posisi korban duduk di belakang perahu sebagai pengemudi, dan Adi duduk di depan.

Setelah perjalanan satu jam ke tengah laut, tiba-tiba Adi mendengar ada suara benda terjatuh di belakang. Saat dilihat ke belakang, Adi sudah mendapati korban jatuh tenggelam dengan kondisi tidak bergerak. Adi yang tidak bisa mengendalikan perahu, membuat perahu terus melaju ke depan hingga menjauhi korban.

Setelah 100 meter menjauh, Adi sudah melihat korban tidak ada. Adi berusaha mengendalikan laju perahu hingga perahu akhirnya bergerak ke arah barat mengikuti arus laut. Adi berusaha menghubungi rekan-rekannya yang berada di darat untuk membantu mencari korban.

Mendengar informasi tersebut, sejumlah rekan korban dengan menggunakan 4 perahu, langsung melakukan pencarian. Hanya saja pencarian terhadap korban Indrawan belum ada hasil, kendati pencarian melibatkan tim SAR, Sat Pol Air Polres Buleleng, dan dibantu nelayan setempat. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.