H-3 Lebaran, Denpasar Mulai Lengang

414 Melihat


DENPASAR, posbali.co.id – Memasuki H-3 Idul Fitri, Kota Denpasar mulai lengang. Pantauan POS BALI di beberapa titik, Minggu (2/6), arus lalu lintas tak seramai biasanya. Pertokoan di beberapa kawasan juga banyak yang tutup.


Sebagaimana terlihat di kawasan Jalan Waribang hingga Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Timur, Minggu pagi, kendaraan tampak mulai lengang. Penumpukan kendaraan yang tak berarti terlihat di kawasan simpang empat Bypass Ngurah Rai-Padanggalak. Kondisi itu tak seperti hari biasanya, dimana antrian kendaraan bisa sampai puluhan meter.


Kondisi tak jauh berbeda tampak di kawasan simpang Tohpati, antrian kendaraan di masing-masing jalur jauh lebih lengang dibandingan hari-hari biasa. Pengamatan POS BALI, kendaraan roda dua dan roda masih mendominasi dibandingkan kendaraan lain.


Di sepanjang Jalan Gatot Subroto, hingga sore hari kepadatan kendaraan juga menurun. Bahkan, simpang Gatot Subroto-Jalan Mulawarman atau di kawasan Taman Kota Denpasar, yang biasanya sangat padat nyaris lancar. Tidak ada indikasi mengarah ke kemacetan seperti biasanya.


Melansir data Polda Bali terkait arus mudik 2017-2018 yang diterima POS BALI pekan lalu, puncak pemudik keluar dari Pulau Bali, khususnya yang melewati Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai, memang terjadi di antara H-3 dan H-1 Idul Fitri. Data ini dinilai tidak jauh berbeda dengan arus mudik 2019.


Di Pelabuhan Gilimanuk, puncak arus keluar pada 2017 tercatat terjadi pada H-2, yang menembus angka 80.113 orang dengan 19.452 kendaraan roda dua dan 7.445 roda empat atau roda enam.

Sedangkan, pada 2018 puncak arus keluar di Pelabuhan Gilimanuk terjadi pada H-1 Idul Fitri dengan jumlah pemudik mencapai 80.182 orang dengan menggunakan kendaraan roda dua sebanyak 17.854 dan 8.315 kendaraan roda empat atau roda enam.


Sementara di Pelabuhan Padangbai, puncak arus keluar Pulau Bali pada 2017 maupun 2018 terjadi pada H-3 Idul Fitri. Pada 2017 tercatat 4.213 orang keluar dari Pulau Bali dengan 1.369 roda dua dan 1.248 roda empat dan roda enam. Sedangkan, pada H-3 Idul Fitri 2018 jumlahkepala yang keluar dari Pulau Bali mengalami peningkatan sebanyak 5.386 orang dengan 2.064 unit roda dua dan 1.244 roda empat atau roda enam.


Merujuk data tersebut selama 18 hari (H-8 hingga H+8) tercatat 701.894 orang (2017) dan 737.054 orang (2018) keluar Pulau Bali melalaui Pelabuhan Gilimanuk. Sementara orang yang masuk dari pintu itu pada tahun dan rentang waktu yang sama-sama mengalami penurunan, yakni 585.881 orang (2017) dan 552.601 (2018).


Pada rentang waktu yang sama, di Pelabuhan Padangbai tercatat 43.066 orang (2017) dan 49.415 orang (2018) keluar Bali. Sedangkan jumlah orang yang masuk Bali pada rentang waktu yang sama mencapai 40.208 orang (2017) dan 42.022 orang (2018).


Mengantisipasi arus mudik selama Idul Fitri, Kapolda Bali, Irjen Pol Dr. Petrus R. Golose, mengatakan Polda Bali beserta jajaran terkait menggelar Operasi Ketupat Agung 2019 selama 15 hari (29 Mei-10 Juni 2019), dengan melibatkan 3.191 orang personel gabungan. Selain mengamankan pintu keluar-masuk Bali dan membangun pos-pos di sepanjang jalan yang dilalui pemudik, pihaknya juga mengamankan titik-titik keramaian yang ada di Bali.


“Di Bali kita menambah dua hari (pelaksanaan Operasi Ketupat Agung), karena kita akan menerima (kedatangan) wisatawan domestic dan lainnya, yang mudik juga banyak dari Pulau Bali,” ucap jenderal polisi bintang dua ini di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, pekan lalu. eri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.