Gusde: Kembangkan Keunikan Sanur Tanpa Hilangkan Keasliannya

Jajaran pengurus dan dewan pengawas SHF foto bersama usai pelantikan oleh Wagub Cok Ace
Jajaran pengurus dan dewan pengawas SHF foto bersama usai pelantikan oleh Wagub Cok Ace
597 Melihat

Ketika Puluhan GM Sanur Bergabung dalam Sanur Hospitality Forum

Setelah sempat terbentuk di tahun 1980 an dengan nama berbeda dan tak bergaung, kini kawasan wisata Sanur yang menjadi nadinya Kota Denpasar kembali melahirkan komunitas yang mereka namai, Sanur Hospitapility Forum (SHF). Komunitas ini kumpulan 40 an General Manager (GM) hotel berbintang dan melati di Sanur. Diresmikan pada Jumat, 25 Oktober di Griya Santrian Hotel oleh Wagub Bali Cok

“Persaingan antar destinasi dalam skala global, dan antar kawasan wisata makin ketat. Industri pariwisata di Sanur memiliki karakteristik tersendiri. Sehingga, lebih fokus memikirkan pengembangan Sanur kedepan,” kata Cok Ace.

Sementara Ketua Yayasan Pembangunan Sanur,  Ida Bagus Sidharta Putra yang menjadi salah satu penggagas SHF mengatakan, komunitas ini dibentuk untuk berbagai kepentingan pariwisata di Kota Denpasar dan Bali umumnya.  Hal ini sangat penting karena 45 persen PAD Kota Denpasar berasal dari sektor pariwisata.  Dari 45 persen tersebut, Sanur menyumbang 75 persen.

“Kota Denpasar nyaris tidak ada destinasi pariwisata yang berkelas seperti Sanur. Untuk itu kita harus benar-benar menjaga agar keberlanjutan, keunikan, karakter destinasi Sanur dijaga dan dikembangkan selaras zaman tanpa menghilangkan keasliannya,” ujar pria yang akrab disapa Gusde ini. 

Pengembangan destinasi Sanur perlu memperhatikan beberapa hal utama dan penting yakni pariwisatanya, budayanya, ekonomi rakyat, dan lingkungan hidup.  “Ini yang harus diperjuangkan oleh SHF ini, bagaimana agar karakter budaya Sanur tetap terjaga, lingkungannya tetap terlestari dan ekonominya berjalan,” ujarnya.

Forum ini terdiri dari anggota yang memiliki tujuan dan pikiran yang sama untuk mempromosikan Sanur sebagai tujuan wisata yang berkualitas dan yang diinginkan di Pulau Bali. 

Komunitas yang kuat dan memiliki tujuan yang fokus akan secara khusus dapat membantu mengangkat kehangatan dan keramah tamahan yang diberikan masyarakat Sanur kepada pengunjung dari seluruh dunia. Semua anggota SHF mewakili bisnis dan bertanggung jawab, berkomitmen meningkatkan kawasan Sanur sebagai tujuan wisata utama. 

Wagub Cok Ace menyematkan Pin kepada Gusde Sidharta Putra

Pada dasarnya, forum ini akan beroperasi sebagai organisasi nirlaba, non-pemerintah dengan tujuan mengangkat Sanur melalui program perawatan lingkungan kolektif dan bersama-sama mempromosikan apa yang ditawarkan daerah tersebut.

Visi bersama yang dikemukakan oleh komite eksekutif SHF adalah untuk menjadikan Sanur sebagai tempat wisata dengan lingkungan yang lebih menyenangkan dan menarik bagi wisatawan untuk dijelajahi, mendapatkan pengalaman dan juga untuk dapat dinikmati.

Sanur menyediakan berbagai pilihan akomodasi internasional mulai dari resor bintang 5 hingga alternatif, serta beragam pilihan tempat belanja, makan, dan hiburan. Ini merupakan tujuan wisata berlibur di Bali yang sempurna yang bisa dinikmati  bagi mereka yang berkeluarga, bersama pasangan, dan juga bersama teman teman untuk semua usia.

Chairman SHF,  Ricky Putra, General Manager of Santrian Resorts and Villa mengatakan, target jangka pendek dari SHF akan dimulai dengan hal kecil yakni keamanan dan kenyamanan tamu. Misalnya meningkatkan kenyamanan dari sisi kebersihan. “Kita lihat sekarang kebersihan pantai dari utara hinggal selatan terlihat bersih. Tetapi ada beberapa area tanpa lampu, ada yang kotor. Ini mengurangi kenyamanan tamu. Ada trotoar yang rusak dan sebagainya,” ujarnya.

SHF harus memberikan terobosan tersebut, melibatkan seluruh pihak untuk menjaga Sanur lebih bergairah. Ada beberapa infrastruktur yang harus dikembangkan untuk kenyamanan Sanur. Target jangka panjang adalah pasar dari destinasi Sanur. SHF harus mampu mengembangkan pasar-pasar baru yang akan datang ke Sanur. Potensi pasar mana saja yang harus digarap secara optimal.

“Salah satunya adalah pasar domestik. Selama ini banyak kalangan tidak tertarik pasar domestik. Namun saya sendiri sudah memiliki pengalaman selama 5 tahun bahwa pasar domestik itu tetap berpotensi mendatanngkan banyak uang di Sanur,” ujarnya.

Selain beberapa event penting lainnya seperti Sanur Festival tetap harus menjadi point penting sebagai ajang promosi Sanur. Ada juga beberapa heritage yang harus dikembangkan dan dipromosikan untuk keberlanjutan karakter destinasi Sanur.

SHF dapat menjalin komunikasi dan sinergi dengan masyarakat lokal Sanur. Keinginan masyarakat dan industri dipertemukan. Harapan dunia pariwisata dengan Sanur bisa difasilitasi.

Stuart General Maneger Prime Plaza mengatakan  dirinya sudah 16 tahun di Prime Plaza. “Sanur memiliki keunikan. Keberadaan SHF sebagai sarana untuk mempromosikan culture Sanur. Saya menyambut gembira, Senang dengan keberadaan Sanur Hospitality Forum. Kedepan perlu sinergi antar semua stakeholder di Sanur untuk pengembangan kawasan,” kata Stuart yang juga Vice Chairman SHF

Sementara Sebastien Marty, General Maneger of Mercure Resort Sanur menjelaskan keberadaan SHF ini momentum mempersatukan semua pelaku bisnis di Sanur. Dirnya optimis hadirnya SHF membuat Sanur lebih baik,  lingkungan dan pantai yang indah. “PR marketing ditingkatkan. Libatkan semua stakeholder. Membuat CSR lebih woww. Dengan demikian SHF menjadi tim yang terbaik di Bali. Menjadikan Sanur sebagai destinasi premium . Mass tourism mesti dihindari. Together we are strong,” kata Sebastien. agustinus apollonaris

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.