Guru Garda Terdepan Pencegahan Covid-19 saat PTM

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyerahkan penghargaan Widya Purna Nugraha kepada guru yang telah purna bakti sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa dan pengabdiannya, pada Peringatan HGN dan HUT ke-76 PGRI, Kamis (25/11/2021)
148 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Sekolah sudah mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). PTM masih dilaksanakan secara terbatas untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain siswa, peran guru sangat krusial untuk mencegah penularan Covid-19 selama berlangsungnya PTM.

“Guru Garda terdepan pencegahan penyebaran Covid-19 saat pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Walikota Denpasar IGN Jaya Negara pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Denpasar, Kamis (25/11/2021).

Di tengah kondisi pandemi saat ini, kata Jaya Negara, peranan dan inovasi para guru dalam melangsungkan kegiatan belajar-mengajar amatlah vital.

Para guru dituntut untuk tetap berkarya dan terus berinovasi melangsungkan kegiatan belajar-mengajar, baik secara daring maupun menemui langsung para siswa di rumah-rumah mereka ataupun dengan pembelajaran tatap muka terbatas.

“Guru-guru harus terus beradaptasi dengan cepat, beralih menggunakan teknologi, mengubah metode belajar, bekerja sekuat tenaga agar anak-anak bisa tetap belajar dengan baik,” katanya.

“Dengan diberlakukannya PTM terbatas guru semakin dituntut aktif untuk melindungi generasi muda. PTM Terbatas tidak boleh menurunkan kualitas pembelajaran,” lanjut dia.

Ketua PGRI Kota Denpasar Ketut Suarya mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi guru. Karena itu guru harus terus meningkatkan diri pada masa pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir.

“Mari kita terus belajar dan belajar untuk peningkatan diri sehingga dapat menyesuaikan serta tetap memberikan pendidikan yang berkualitas untuk anak didik,” katanya.

Soal upaya pencegahan penularan Covid-19 saat PTM, pihak sekolah dinilai disiplin menerapkan prokes selama PTM.

Hal ini yang mengikis kekhwatiran Ery, orang tua siswa di Denpasar, yang anaknya mengikuti PTM.

Ia percaya dengan pihak sekolah yang disiplin menerapkan prokes. Menurut dia, anaknya harus memakai masker ketika hendak ke sekolah. Anaknya siswa SD.

Ketika tiba di sekolah, ungkap dia, anaknya dan siswa lainnya diukur suhu tubuhnya terlebih dahulu. Bila ada siswa yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat maka guru memintanya untuk pulang dan belajar di rumah.

Setelah mengukur suhu tubuh, siswa juga diarahkan untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah PTM.

Di dalam kelas, kata dia, semua menggunakan face shield. Tempat duduknya diatur dengan jarak yang aman.

Pihak sekolah juga tidak membolehkan siswa bermain dan berkerumun. “Diberi waktu istirahat hanya 10 menit. Itupun tidak diizinkan keluar dari lingkungan sekolah dan ruangan,” ujarnya. 010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.