Gubernur Koster : Tutup Restoran Akame!

Gubernur Bali, Wayan Koster
Gubernur Bali, Wayan Koster
1,561 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Gebrakan dan terobosan Gubernur Wayan Koster makin jelas dan layak diapresiasi. Langkah dan kebijakan pro lingkungan mengacu ke visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali mulai kelihatan. Setelah dengan berani menghentikan proyek reklamasi Pelabuan Benoa oleh Pelindo III, Koster bikin gebrakan lagi. Sarana prasarana dan akomodasi dan restoran di areal Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai ditutup.

SIKAP Gubernur Koster ini muncul usai pertemuan di Wiswa Sabha kemarin. Restoran Akame dengan berbagai usaha ini ditutup.  Penutupan bisa dilakukan Pelindo III juga atau pihak terkait lainnya yang bisa menutup Akame. “Termasuk saya meminta Pelindo III agar tegas terhadap keberadaan Restoran Akame. Agar ditutup saja,” tegas Koster saat menguraikan sikapnya ada penghentian reklamasi pelabuhan Benoa. “Restoran Akame pun saya minta agar ditutup saja,” tegas Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini.

Kasus Restoran Akame ini sudah menjadi perhatian sejak lama. Bahkan sudah dipersoalkan sejak tahun 2014, namun sampai saat ini Restoran Akame dengan beragam fasilitas tetap  beroperasional. Fasilitas saat ini selain restoran, juga ada water sport, ada permainan Aqua Land dan disebut – sebut saat ini sedang membangun atraksi wisata wisata lumba – lumba.

Data yang dihimpun POS BALI  Restoran Akame juga melakukan perambahan lahan Tahura Ngurah Rai dan sudah sudah diperingati Kepala Tahura Ngurah Rai Nomor 552/121/THR-NR tanggal 18 September 2014 dan sudah dilaporkan ke Dinas Kehutanan September  2014. Jenis pelanggaran Restoran Akame  yakni penggunaan lahan tahura 62,6 are pada Pal B 102 dan B 103 untuk penggunaan wisata air. Selain itu mangrove di  utara dan selatan yang dulunya hijau, perlahan-lahan kering lalu mati. Selain limbah juga reklamasi Pelabuhan Benoa.

Selain itu PT Garuda Sayap Indah (helipad) di depan Restoran Akame juga melakukan perambahan kawasan hutan untuk helipad Pal B.101 sampai dengan 102. Lahan Tahura yang dicaplok 17,9 are.  Sudah diberi surat peringatan. Dan  Kadishut Bali telah mengirim surat kepada Menhut No 5222/191/2014 tanggal 27 Oktober 2014.

Oleh karena itu, Koster sejak awal juga telah meminta agar proyek pengembangan pelabuhan tidak diisi dengan pembangunan fasilitas umum. Termasuk meminta Pelindo untuk menutup Restoran Akame dan sarana prasarana yang ada dikawasan yang dekat pelabuhan.

Pengelolah Restoran Akame, Gustu saat dihubungi semalam tak mengangkat telpon. Saat dikirim pesan singkat melalui WA terkait permintaan orang nomor satu di Bali menutup Restoran Akame Gustu menjawab “iya dapat info juga soal permintaan penutupan itu,” tulisnya sembari mengirim link dari media online terkait permintaan penutupan restoran yang ia kelolah. 003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.