Gubernur Koster Minta Wishnutama Belajar Dulu Tentang Kebijakan Pariwisata Bali

Gubernur Bali Wayan Koster
Gubernur Bali Wayan Koster
1,268 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Gubernur Bali, Wayan Koster angkat bicara terkait wacana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama tentang menyulap objek pariwisata Toba dan Bali menjadi wisata ramah muslim. Gebernur Koster mengaku telah melakukan komunikasi via WhatsApp dengan Wishnutama terkait hal itu.

“Pak Wishnutama secara pribadi sudah WA ke saya. Bahwa terjadi miss komunikasi, miss pemberitaan di media yang dilakukan oleh Sindo. Tapi buat saya pasti di forum itu ada sesuatu yang berkenaan dengan wisatawan yang ramah dengan umat Muslim. Jadi apakah itu dikaitkan langsung oleh Bali atau Toba, saya tidak tahu,” kata Koster seusai menghadiri Seminar BPD dan LPD di Hotel Bali Beach, Sanur, Senin (11/11/19).

Kendatipun dirinya belum sempat berbicara secara tatap muka dengan Menparekraf, akan tetapi menurutnya, Menteri yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo ini seharusnya mempelajari dan memahami terlebih dahulu mengenai kebijakan pembangunan kepariwisataan yang sudah jalan selama ini. Sehingga tidak terlontar celetukan-celetukan yang sifatnya kontra produktif.

Apalagi berkaitan dengan Bali, kata Koster, yang dari dahulu pariwisatanya berkembang dengan pengelolaan berbasis budaya dan sudah berjalan dengan sangat baik. Di mana Bali tumbuh menjadi daerah wisata yang disegani oleh masyarakat dunia tanpa menggunakan embel-embel lain. “Jadi kalau Bali itu dilekatkan dengan tag lain-lain, seperti wisata halal atau yang ramah terhadap wisata orang Muslim itu saya tolak. Itu tidak boleh. Bair Bali berkembang secara alami sesuai culture Bali,” tegas Gubernur asal Sambiran, Buleleng ini.

Menurutnya, masyarakat Bali dengan kepariwisataannya dan juga budayanya itu sudah sangat mentoleran dan membukan diri. Tidak pernah melihat wisatawan itu agamanya apa asalnya dari mana tapi betul betul wisatawan Bali ini sudah menyatu cair dalam satu wilayah yang ada di Bali ini tanpa melihat-lihat kelompok dari mana. “Ini sudah berjalan lama, sudah berjalan dengan sangat baik. Karena itu jangan digoda, diganggu dengan konsep-konsep lain,” jelasnya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pihaknya menolak cara – cara seperti itu (wisata ramah Muslim). Jangan dirusak pariwisata Bali yang sudah bagus ini dengan penamaan unsur-unsur lain yang tidak sesuai dengan unsur Bali. 

“Bali akan saya pertahankan sebagai pariwisata berbasis budaya dengan kearifan lokalnya. Tidak boleh ada embel-embel lain. Itulah yang sudah membuktikan Bali ini menjadi wisata yang ramah terhadap siapapun juga . Tidak hanya ramah terhadap satu kelompok, golongan saja, akan tetapi ramah untuk semua golongan dari berbagai negara dan juga dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi menurut saya  kalau toh Pak Menteri benar ngomong itu, statement itu menurut saya tidak tepat untuk diterapkan di Bali,” tandasnya. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.