Gubernur Koster-Christian Dior Tandatangani Kerja Sama Promosi Tenun Endek Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan Senior Vice President General Counsel Christian Dior, Marie Champey, memperlihatkan kerja sama tentang promosi tenun endek Bali.
158 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Christian Dior Couture, S.A secara resmi menandatangani kerja sama dalam mempromosikan Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia untuk Tenun Endek Bali secara virtual dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar dan Paris, Prancis, Kamis (11/2/2021) lalu.

Penandatanganan kerja sama ini sukses dilakukan setelah Gubernur Koster bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster tiada henti memperjuangkan penggunaan kain tenun endek Bali yang diproduksi oleh penenun asli dari Pulau Dewata kepada Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Luar Negeri RI, serta Kementerian Perdagangan RI agar perusahaan asal Prancis, Christian Dior Couture, S.A bisa memanfaatkan kain tenun endek Bali sebagai koleksi busana musim semi dan musim panas tahun 2021.

Disebutkan bahwa tujuan dari Memorandum Saling Pengertian (MSP) ini adalah sebagai landasan bagi para pihak untuk bekerja sama dalam mempromosikan ekspresi budaya tradisional Indonesia, khususnya tenun endek Bali atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan. Gubernur Koster dan Christian Dior juga sama-sama menyatakan sepakat di dalam ruang lingkup kerja sama ini untuk mempromosikan tenun endek Bali dalam produk Dior.

Selain itu, sepakat bekerja sama dalam bidang pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali yang memproduksi tenun endek, dalam bidang proyek bersama untuk mendukung aktualisasi penggunaan tenun endek Bali pada produk Dior, dan dalam bidang lain yang menjadi kepentingan bersama sesuai kompetensi masing-masing pihak yang disepakati bersama.

Para pihak juga wajib menghormati hak kekayaan intelektual dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama berdasarkan MSP ini dan tunduk pada hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di negaranya masing-masing. Selanjutnya Gubernur Koster dan Christian Dior sepakat mengakui nilai Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (PT dan EBT), dan mengakui hak pemegang PT dan EBT untuk secara efektif melindungi PT dan EBT dari penyalahgunaan dan penyelewengan.

Kemudian, Pemerintah Daerah Provinsi Bali sebagai pengampu tenun endek Bali menyatakan persetujuannya atas penggunaan motif tenun endek Bali pada produk-produk Dior. Sebagai bentuk ungkapan pengakuan terhadap nilai dan pengakuan terhadap hak pemilik tenun endek Bali, Christian Dior setuju untuk memberikan pemberdayaan kepada UMKM terpilih di Bali yang memproduksi tenun endek, dan mencantumkan label pengakuan pada setiap produk Dior yang menggunakan tenun endek Bali. MSP ini berlaku untuk jangka waktu tiga tahun dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama para pihak secara tertulis melalui saluran resmi.

Koster menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dipilihnya salah satu warisan budaya Bali oleh rumah mode kelas dunia asal Prancis. “Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Christian Dior yang telah memilih kain tenun endek Bali sebagai bahan baku koleksinya. Ini merupakan kerja sama yang bersejarah di dalam melestarikan warisan budaya leluhur Bali dan juga sebagai wujud keberpihakan kami kepada industri kecil dan menengah, khususnya para penenun kain endek Bali di masa pandemi Covid-19,” ujar mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Gubernur Koster tiada henti bekerja secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi di dalam melindungi warisan budaya leluhur Bali yang sekaligus memberikan keberpihakan kepada industri kecil dan menengah dengan cara mensertifikatkan Kain Tenun Endek Bali sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional dengan Nomor Inventarisasi EBT.12.2020.0000085 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada 22 Desember 2020. Kemudian mengeluarkan Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali, agar Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perguruan Tinggi, Bupati/Walikota, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan BUMN dan BUMD, Pimpinan Perusahaan Swasta, dan Pimpinan Organisasi/Lembaga Kemasyarakatan se-Bali menghormati dan mengapresiasi Kain tenun endek Bali/kain tenun tradisional Bali sebagai warisan budaya kreatif masyarakat Bali. Mengimbau agar menggunakan pakaian/busana berbahan kain tenun endek Bali/Kain tenun tradisional Bali dalam berbagai aktivitas pada setiap hari Selasa.

“SE Nomor 04 Tahun 2021 ini semangatnya mengajak para pemimpin di Bali untuk membantu para pengerajin IKM/UMKM yang terdampak pandemi Covid-19, dan langkah kerja sama kami dengan Christian Dior juga merupakan bentuk implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali yang sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru khususnya dalam penguatan dan pemajuan adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal. Kerja sama ini sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan,” papar Koster.

Dalam kesempatan tersebut, Marie Champey mengundang Gubernur Koster beserta jajarannya untuk berkunjung ke pabrik Christian Dior di Prancis, serta melihat langsung bagaimana produksi busana tersebut dilakukan. “Kami ingin kerja sama ini terus berlanjut, serta kami juga berharap bisa memperkenalkan budaya-budaya unik lainnya tidak hanya dari Bali, namun dari seluruh Indonesia,” tutupnya. 019/rls

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.