GTPP Kota Denpasar Gencar Lakukan Pemantaun dan Pembinaan ke Pasar Desa

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Denpasar, gencar melakukan pemantuan dan pembinaan ke pasar desa di Kota Denpasar. Foto: ist
69 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Penularan Covid-19 saat ini banyak terjadi di klaster pasar rakyat. Untuk menekan dan memutus penularan tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Denpasar dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Denpasar, gencar melakukan pemantuan dan pembinaan ke pasar desa di Kota Denpasar. Salah satu di antaranya adalah Pasar Tegal Harum dan pasar rakyat di Desa Pemecutan Kaja, Minggu (21/6).

Kepala Dinas DPMD Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, mengatakan, upaya mengantisipasi dan memutus penularan Covid-19 di pasar dilakukan dengan memberdayakan seluruh pasar rakyat di Kota Denpasar.  Salah satunya adalah melakukan pemantauan dan memberikan pembinaan kepada pasar desa.  Pada pembinaan tersebut, pihaknya mewajibkan kepada pengelola pasar desa menyediakan tempat  cuci tangan untuk pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, pengelola juga wajib mengukur suhu badan para pedagang dan pengunjung di pintu masuk pasar. Pedagang dan pengunjung wajib memakai masker, serta melakukan penyemprotan disinfektan setelah pasar tutup.

Alit Wiradana juga mewajibkan kepada pedagang maupun pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan tersebut. ‘’Ini dilakukan untuk  antisipasi penularan Covid-19 di pasar,’’ jelas Alit Wiradana.

Lebih lanjut Alit Wiradana mengatakan, dalam pembinaan itu, pihaknya juga mewajibkan para pedagang  selama berjualan harus melengkapi diri dengan menggunakan masker, face shield atau pelindung wajah. Mengingat virus corona  tidak bisa didektesi secara kasat mata.  Maka dari itu pelindung diri wajib dilengkapi untuk memutus mata rantai Covid-19.

Pihaknya juga mengimbaua pengelola pasar bagi yang tidak menggunakan masker agar tidak dikasi masuk pasar. ‘’Pengelola maupun pedagang ketika melihat pengunjung tidak menggunakan masker agar tidak melayaninya dan  memberikan  saran agar mereka balik,’’ tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau agar pengelola pasar jika menemukan  pengunjung yang suhu badannya melebihi batas normal agar tidak memberikan izin masuk pasar dan menyarankan pulang untuk istirahat di rumah.

Alit Wiradana mengaku dalam pemantuan dan pembinaan tersebut pihaknya belum menemukan pelanggaran, meskipun demikian pihaknya akan terus melakukan pantuan di seluruh pasar desa yang ada di Kota Denpasar. Ia juga berharap kepada pedagang sebelum berjualan agar memperhatikan suhu badan terlebih dahulu.

Untuk memutus mata rantai Covid-19, pihaknya mengharapkan agar semua pedagang mengikuti protokol kesehatan. Dengan demikian memasuki tataran era kenormalan baru perekonomian masyarakat bisa tetap stabil. tra/rls

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.