Golkar Ingatkan, Tamba-Ipat Jangan Jadi Bupati Partai

Nengah Tamba (pegang mik) saat berkunjung ke DPD Partai Golkar Bali usai dilantik menjadi Bupati Jembrana bersama Wakil Bupati Patriana Krisna. Pasangan ini diterima Sugawa Korry (tengah) dan pengurus DPD Partai Golkar Bali.
129 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Menjabat kepala daerah, meski melalui kontestasi yang diusung dan didukung partai, harus tetap memprioritaskan kepentingan rakyat yang dipimpin. Karena itu, I Nengah Tamba-Patriana Krisna (Ipat) diingatkan agar menjadi Bupati-Wakil Bupati untuk rakyat Jembrana, bukan menjadi Bupati-Wakil Bupati partai tertentu.

Nasihat itu dilontarkan Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, saat menerima kunjungan Tamba-Ipat usai pelantikan sebagai pasangan kepala daerah Jembrana, Jumat (26/2/2021) siang.

Sugawa mengutip Presiden Amerika Serikat, John Fitzgerald Kennedy, saat dilantik yang menyatakan kesetiaan kepada negara dimulai dan kesetiaan kepada partai berakhir. “Tapi tidak penuh demikian, konteksnya sedikit berbeda. Intinya, kepentingan masyarakat yang lebih besar dan harus diprioritaskan dibanding kepentingan untuk partai,” pesannya didampingi Tamba-Ipat dan pengurus DPD Partai Golkar Bali.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, Sugawa berpesan pasangan itu membangun struktur ekonomi yang seimbang antara primer, sekunder, dan tersier. Pembangunan di Jembrana harus memperkuat pelestarian lingkungan seperti hutan dan pantai. Hadirnya banjir secara rutin merupakan sinyal adanya lingkungan yang tidak lestari. Hal lain yakni memprioritaskan pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan untuk bersama-sama mengatasi pandemi dengan optimis.

“Saya harap tetap kompak sampai akhir jabatan. Golkar akan mendukung maksimal untuk selanjutnya,” janji Sugawa. Untuk diketahui, Tamba merupakan politisi Demokrat, sedangkan Ipat diusulkan Golkar saat Pilkada 2020.

Pada kesempatan itu Tamba memaparkan ingin bekerja tidak bertele-tele, dan ingin memaksimalkan zonasi pembangunan di Jembrana. Dia menilai Jembrana memiliki potensi luar biasa. Jika pembangunan jalan tol Mengwi-Gilimanuk bisa groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Juli 2021, dia berharap semua potensi ikut berkembang. Investor juga yakin membangun karena ada pemerintah yang memastikan pembangunan terintegrasi.

“Saya paham cara membuat brand untuk Jembrana, saat buka tol nanti akan dihebohkan sesuatu luar biasa untuk melihat Jembrana. Jangan sampai tol dibuka lewat begitu saja (momentumnya), semua akan dibuka dan dinikmati jelas,” terang mantan anggota DPRD Bali itu.

Tamba menuturkan, postur APBD Induk Jembrana seperti “hadiah” untuknya karena dibuat dengan prediksi petahana akan menang. Dia menilai eksekusi pembangunan dapat segera berjalan, karena OPD di Pemkab Jembrana dilihat proaktif dan positif serta semangat kerjanya tinggi. OPD disebut tidak ada lagi tekanan dalam bekerja untuk sejahtera.

Untuk penyuntik pembangunan, Tamba membuka lebar pintu investasi ke Jembrana dengan mempermudah perizinan. Dia berujar dekat dengan Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno; dan Ketua MPR, Bambang Soesatyo, yang berjanji membantu untuk pembangunan Jembrana. “Mereka janji bantu Jembrana maju, dan tidak yakin harus ‘satu jalur’. Siapapun yang mampu membangun sesuai program kementerian pasti menterinya suka,” tandasnya. hen

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.