Giliran Pengurus PD dan PK Golkar se-Badung Siap Mundur

PD dan PK se Badung menyatakan kesiapan untuk Mundur
PD dan PK se Badung menyatakan kesiapan untuk Mundur
269 Melihat

BADUNG, POS BALI – Setelah massa Golkar Badung dan Bangli ngerudug Kantor DPD I Partai Golkar Bali untuk menyampaikan aspirasi penolakan pencopotan Ketua DPD II Partai Golkar Badung dan Bangli, kini berhembus isu tak sedap di internal partai berlambang pohon beringin itu. Setelah beredar rumor terkait skenario dibalik pencopotan enam Ketua DPD II Partai Golkar di Bali akan ditunggangi untuk “menghabisi” karier politik AA Bagus Adhi Mahendra Putra, SH.MH atau Gus Adhi yang sedang naik daun, kini berembus isi rencana untuk mem-Plt pengurus Golkar di Bali yang tidak segaris dengan keputusan Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.

Saat dikonfirmasi jajaran DPD I Partai Golkar Bali belum ada yang bisa berkomentar panjang. Hanya Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry saat dikirim pesan singkat sebagai Jubir (juru bicara) Demer langsung spontan membantah isu tersebut. “Tdk ada itu,” jawabnya singkat, Senin (10/6) malam. Terkait isu tersebut, secara terpisah Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Badung Wilayah Abiansemal dan Petang, AA Ngurah Suryawirawan merasa apa yang disampaikan Sugawa Korry tidak beralasan, khususnya berkaitan dengan mekanisme aturan untuk mem-Plt-kan pengurus partai tidak bisa semudah itu.

“Memang betul (Pengurus PD dan PK, red) mempertanyakan AD/ART yang dijawab dengan Plt di Provinsi Sumut, bahwa Plt boleh mem-Plt. Di AD/ART kami tahu keterangan Plt tidak boleh mem-Plt, Pak Sekjen Provinsi (Sugawa Korry, red) kehabisan jawaban dan tim pencari fakta tidak mencari sama kader Golkar, pengeng dia,” sentilnya. Karena itu, jika memang benar nantinya semua pengurus yang menolak juga akan di-Plt, pihaknya bersama PD dan PK se-Kabupaten Badung siap mundur. “Ndak masalah (di-Plt, red) sebagai pengurus, tapi sebagai kader masih setia, itu komitmen para pengurus,” tegasnya.

Disisi lain, pihaknya bersama seluruh kader dan PD dan PK Partai Golkar se-Badung masih tetap mengakui dan memperhankan I Wayan Muntra, SH sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Badung. Bahkan, pihaknya siap mundur jika DPD I Partai Golkar Bali tetap kukuh mencopot Ketua DPD II Partai Badung definitif dengan menunjuk Plt. kader lainnya.

“Saya sampaikan di depan rapat kemarin (Minggu, red) di Wantilan DPD Bali di depan Pak Sekjen, bahwa tidak mau menerima Plt, kami cinta Golkar dan kami cinta ketua Pak Wayan Muntra, kalau tidak saya dan temen semuanya siap mundur sebagai pengurus dan disambut setuju oleh temen PD, PK dan simpatisan,” bebernya.

Seperti diketahui sebelumnya, usai melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi di Wantilan DPD I Partai Golkar Bali, Minggu (9/6/2019) yang hanya berani diterima oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry dan Ketua DPD II Partai Golkar Gianyar, I Made Dauh Wijana beserta sejumlah pengurus kubu Demer Cs berakhir buntu. Bahkan nampaknya gejolak penolakan SK pencopotan enam Ketua DPD II Partai Golkar di Bali oleh Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer akan terus berlanjut. Namun, sayangnya pertemuan itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan untuk massa dari Pengurus Desa (PD) dan Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Badung dan Bangli.

“Tadi para kader menanyakan aturan yang dilanggar. Kok jawabannya Contoh oleh Sekjen, mestinya bila ada pelanggaran terlebih dahulu diawali dengan memberi Surat Peringatan atau SP lah. Tidak boleh juga langsung diganti,” ujar AA Ngurah Oka Swastika selaku Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Badung.

Karena itulah, kader senior Golkar di Bumi Keris ini meminta yang ditunjuk sebagai Plt. harus segera menolak penugasan itu. “Seyogyanya teman yang ditunjuk sebagai Plt. mestinya tahu diri dan menolak penugasan tersebut, demi menjagakan kekompakan dan soliditas Partai Golkar. Jangan ikut menanam benih perpecahan demi kebesaran partai. Apalagi Plt tersebut dengan mekanisme yang tidak sesuai aturan partai,” tandasnya.

Karena itulah, ia mengancam akan mundur, jika Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Bali tetap arogan dan memaksakan pencopotan enam Ketua DPD II Partai Golkar di Bali, tanpa melalui jalur mekanisme yang benar sesuai aturan Partai Golkar. “Siap mundur. Untuk apa bersama orang-orang arogan dan tidak paham terhadap aturan organisasi,” tegasnya, seraya menyebutkan tidak ada pelanggaran seperti yang dituduhkan, karena Wayan Muntra selalu konsisten melaksanakan aturan dan mekanisme partai. “Suatu contoh saat Pilkada Badung, all out mendukung pas yang mendapat rekomendasi DPP, saat DPP dua kubu pasangan Giri-Asa,” jelasnya. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.