Gencarkan Operasi Prokes, Satgas Covid-19 Denpasar: Disiplin Prokes,  Jangan Kurangi Kewaspadaan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.
136 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Masih saja ada warga di Denpasad yang tak disiplin protokol kesehatan (prokes) kendati diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Pada Sabtu (28/8/2021) malam, sebanyak 11 orang yang melanggar prokes terjaring dalam operasi Tim Yustisi Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung.

“Mereka diberikan pembinaan dan hukuman fisik berupa push up di tempat,” kata Kasatpop PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga.

Lebih lanjut Sayoga mengaku, meskipun hampir setiap hari baik pagi, siang, sore hingga malami melakukan sosialisasi prokes maupun pelaksanaan PPKM Level 4, namun nyatanya masih saja ditemukan msyarakat melakukan pelanggaran maupun ada yang melaksanakan kegiatan di lapangan Puputan Badung. “Kami tidak lelah untuk mengingatkan masyarakat demi menekan penularan covid-19,” kata Sayoga

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar mengimbau masyarakat untuk tidak mengurangi kewaspadaan dalam menyikapi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan (Prokes) juga harus tetap disiplin dilakukan dan berpedoman pada penerapan PPKM Level 4 Jawa-Bali.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat. Jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” tambah Dewa Rai

Berbagai upaya juga telah dilakukan Pemkot Denpasar guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Dalam hal ini Pemkot Denpasar gencar menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan dan eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, upaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Menurut Dewa Rai tren penularan Covid-19 bagi masyarakat yang belum vaksinasi masih tinggi, sehingga masyarakat diharapkan untuk mengikuti vaksinasi. Selanjutnya kasus meninggal dunia juga masih tinggi dengan dominasi masyarakat yang belum vaksinasi.

Berdasarkan data resmi Pemkot Denpasar pada hari ini Selasa (31/8/2021) penambahan kasus sembuh tercatat sebanyak 99 orang, kasus positif Covid-19 bertambah 117 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 6 orang.

Secara komulatif kasus positif tercatat 35.648 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 33.093 orang (92,83) persen), meninggal dunia sebanyak 861 orang (2,41 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 1.695 orang (4,75 persen).

“Kondisi ini menggambarkan tantangan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Denpasar dengan tipe masyarakat yang heterogen, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” kata Dewa Rai. 010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.