Gedung MDA Lebih Bagus dari Kantor Gubernur

GUBERNUR Koster dan Bendesa Agung MDA Ida Panglingsir Agung Putu Sukahet menandatangani prasasti Karya Pemlaspasan Lilagraha Majelis Desa Adat Bali, Rabu (2/9). Foto: ist
459 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Tetabuhan baleganjur yang terdengar penuh semangat mengiringi prosesi pecaruan Rsi Gana rangkaian melaspas gedung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, di Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Rabu (2/9). Tampak, Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir saat itu, melakukan prosesi mendem pedagingan di Padmasana kantor yang baru selesai dibangun ini.

Upacara yang berlangsung di hari baik, yakni Purnama Ketiga, Buda Umanis, Juluwangi ini, Wayan Koster juga melakukan pebhaktian. Seusai bersembahyang bersama itu, Gubernur asal Sembiran inipun menyempatkan diri melihat-lihat ke dalam gedung yang megah ini.

Dalam kesempatan itu, Wayan Koster menuturkan awal dirinya berkeinginan membangun gedung MDA di Bali. Di mana di tahun 2013 silam, dirinya duduk sebagai pansus DPR RI merancang Undang-Undang Desa dan dalam salah satu bab-nya terdapat tentang desa adat. Mengingat di Bali ada desa dinas dan juga desa adat. “Jadi Undang-Undang Desa ini tidak hanya tentang desa, tetapi memuat juga tentang desa adat di bab 13,” tuturnya.

Kata dia, dirinya berjuang dan akhirnya semua fraksi saat itu setuju memasukkan desa adat ke dalam rancangan Undang-Undang Desa. “Kenapa saya masukkan desa adat? Supaya di daerah-daerah lain yang ada di luar Bali yang desa adatnya sudah tidak ada lagi, adatnya tetap ada,” lanjutnya.

Dalam rancangan itu, dirinya pun menyempatkan diri bertemu dengan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) yang kini berubah nama menjadi MDA. Di mana kantor MUDP ini menumpang di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Saat berdiskusi di kantor MUPD ini, dirinya pun tersentuh melihat keadaan dari kantor ini.

“Kok kantor MUDP kantornya pojokan kayak gini. Numpang di Dinas Kebudayaan. Ada ruang rapat kecil, ada ruang secretariat, ada ruang tamu sedikit, jadi kecil sekali ini dan di pojokan. Menurut saya, itu sangat-sangat tidak baik. Tidak menghargai sebagaimana mestinya dari fungsi majelis itu sendiri, baik kedudukannya,” tuturnya.

Dalam lubuk hatinya, kata Koster, dirinya berjanji jika menjadi Gubernur Bali akan membangun gedung yang representatif untuk majelis utama yang mengurusi seluruh desa adat yang ada di Bali ini. Bak gayung bersambut, akhirnya dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali. Janji untuk membangun gedung MDA pun ia tepati. Bahkan tanpa harus membebani APBD.

Menurutnya, gedung MDA berlantai III yang dibangun di atas tanah seluas 11 are ini, menggunakan dana CSR dari BUMN, Bank pemerintah dan juga swasta, hingga BPD Bali. Dirinya pun bersurat ke direksi di pusat untuk meminta bantuan dalam upaya membangun gedung ini. Kata dia, hingga saat ini sudah terkumpul CSR sebesar Rp 26 miliar. “Untuk gedung MDA ini, diambil dari CSR 9,8 miliar. Namun saat itu tanpa pagar. Kemudian saya meminta kepada kontraktor agar ikut menyumbang dengan membangun pagar. Jadi totalnya Rp 10 miliar lebih,” ujarnya.

Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan ini menambahkan, gedung yang dibangun dari CSR ini pun sangat megah. Bahkan, kata dia, lebih megah dari kantor Gubernur Bali sendiri. “Jadi MDA sekarang sudah punya kantor yang representatif, bagus, dan megah bahkan lebih bagus daripada kantornya gubernur. Coba lihat kantor gubernur, sudah lapuk, udah aduh berantakan kayak gitu,” tandasnya.

Sementara itu, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putu Sukahet mengucap syukur kehadapan Sang Pencipta, dan juga terima kasih kepada Gubernur Bali yang telah merealisasikan janjinya untuk membangun gedung MDA Provinsi Bali serta di kabupaten/kota se-Bali. “Ini adalah salah satu komitmen bapak gubernur dalam membangun adat dan juga budaya Bali,” ujarnya seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang ikut membangun gedung ini. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.