Gede Dana Undang Kajari Bina LPD di Karangasem

Bupati Karangasem, I Gede Dana, mengundang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem, Kalbu Pribadi, untuk membina 190 LPD yang ada di Karangasem, Kamis (10/6/2021).
40 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Bupati Karangasem, I Gede Dana, menaruh perhatian serius terhadap keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Karangasem. Dana mengundang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem, Kalbu Pribadi, untuk membina 190 LPD yang ada di Karangasem, Kamis (10/6/2021). Sebanyak 60 pengurus LPD seluruh Karangasem hadir di wantilan kantor Bupati untuk mengikuti workshop pembinaan dan pengelolaan LPD ini, sedangkan 130 pengurus lainnya mengikuti secara virtual.

Dana menguraikan, LPD sebagai lembaga keuangan desa banyak memberi kontribusi untuk masyarakat desa. Namun, di balik itu, masih ada beberapa LPD mengalami masalah administrasi, misalnya nasabah tidak bisa mencairkan uang. Terdapat juga di beberapa tempat LPD yang tidak mampu berkembang, dan sering karena SDM mereka tidak kompeten.

Dari workshop ini, Dana berharap Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP-LPD), Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BK-LPD) dan LPD itu sendiri mampu menemukan solusi untuk pemecahan masalah mereka. Dia juga ingin seluruh LPD di Karangasem tidak menyalahgunakan wewenang, dan bekerja sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Terima kasih banyak atas kehadiran Bapak Kajari yang mau turun langsung membina LPD di Karangasem. Saya tidak ingin LPD di Karangasem tersangkut kasus hukum, seperti beberapa kejadian di kabupaten lainnya di Bali. Jangan ada rasa khawatir. Serius dan cermati apa yang dikatakan Kajari, pahami hak dan kewajiban LPD,” pesannya kepada peserta.

Di tengah perkembangan lembaga keuangan di masyarakat, Dana ingin LPD menjadi kuat, bisa lebih dipercaya, dan masyarakat makin fanatik memanfaatkan layanan jasa keuangan LPD. Dengan begitu LPD yang milik desa adat akan kian kuat dan berdaya saing.

Dana juga minta LPD bisa ikut serta membantu permodalan IKM/UMKM di desa masing-masing, sehingga masyarakat merasakan manfaat eksistensi LPD. Dengan begitu kepercayaan masyarakat kian tinggi, dan LPD mampu menjadi penggerak ekonomi desa adat untuk menyejahterakankrama desa.

“Mengelola uang rawan godaan, godaan masyarakat, godaan dari diri sendiri. Kelian desa jangan sembarangan diberi pinjaman. Jika memaksa, harus ada perjanjian antara kedua belah pihak,” tegasnya.

Kajari Aji Kalbu Pribadi menjelaskan kepada seluruh pengurus LPD di Karangasem terkait pembinaan pengelolaan keungan dan kelembagaan LPD. Dia mengajak seluruh pengurus LPD untuk tidak sengaja melakukan penyimpangan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, penggelapan ataupun gugatan-gugatan. Saat ini, jelasnya, kejaksaan tidak mengutamakan pemrosesan ataupun mem-BAP suatu kasus. Sebab, kejaksaan akan lebih bersifat mencegah dan memberi pemahaman terkait hukum kepada masyarakat.

Mindset (cara pandang) kejaksaan sekarang sudah berubah, bukan lagi sebuah prestasi bila sampai mempidanakan saudara-saudara pengurus LPD. Saat ini kejaksaan lebih bersifat preventif untuk memberi pemahaman hukum kepada masyarakat,” papar Aji Kalbu.

Sebagai moderator kegiatan itu adalah Sekda I Ketut Sedana Merta. Selain Kajari Amlapura, narasumber yang dihadirkan yakni Kepala BKS, Kepala Kantor Bank BPD Bali Cabang Karangasem, dan Plt.Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Karangasem. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.