Gde Agung : Bali Ramah Muslim Sejak Zaman Kerajaan

505 Melihat
Anak Agung Gde Agung

MANGUPURA, posbali.id – Soal keramahan warga Bali yang mayoritas beragama Hindu terhadap warga non Hindu termasuk Muslim tak perlu diragukan lagi. Anggota Komite III DPD RI AA Gde Agung  bahkan menyebutkan sejak zaman raja-raja warga Muslim sudah diberikan tempat untuk hidup berdampingan.

Karena itu, Penglingsir Puri Agung Mengwi itu mengatakan, bila benar pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnhutama, maka sebaiknya sang menteri maaih perlu belajar banyak soal Bali termasuk Pariwisata Bali.Bila benar yang disampaikan seperti itu oleh Menteri Pariwisata itu, harus segera diklarifikasi apa maksudnya serta mengumpulkan tokoh-tokoh, masyarakat, pariwisata agar tidak menjadi salah penafsiran, agar tidak menjadi kegaduhan,” kata Gde Agung, Senin (11/10).

Lanjut dia, perlu diketahui di Bali yang berkembang adalah parwisata budaya. “Bali itu berlandaskan Pariwista budaya itu yang harus dipahami menteri, dan pariwisata budaya lah yang harus menjadi focus untuk pengembangan pariwisata Bali,” tegasnya. Toleransi oleh masyarakat Bali tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, kunjungan Raja Arab, di Bali sampai memperpanjang kunjungannya. 

“Itu artinya wisata di Bali sudah sangat ramah dengan wisatawan muslim. Kalau terkait makanan, susah banyak disediakan restoran halal, masakan padang, bahkan ada warung yang menyediakan vagetarian,” katanya.

Justru lanjut dia, yang perlu di pertegas adalah apa yang didapat Bali atas parwisita yang sangat berkembang. “Bali sudah memberikan devisa kepada negara hingga triliunan per tahun.  Sekarang fokus berapa yang bisa dikemnalikan untuk pariwisita Bali,” tegas Anggota Komite yang mengurusi Bidang Budaya dan Pariwisata itu. 020

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.