Film Dokumenter “Geduh Agung” Karya Sekaa Teruna Putra Kencana Juarai “Pilem Mebarung”

Acara penyerahan hadiah kepada pemenang dalam ajang lomba film “Pilem Mebarung” serangkaian Denfest 2020, Jumat (8/1/2021).
65 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Film dokementer “Geduh Agung” karya Sekaa Teruna (ST) Putra Kencana, Banjar Dauh Tangluk, Kelurahan Kesiman berhasil menjadi jawara “Pilem Mebarung” Tahun 2020 yakni Kompetisi Film Dokumenter Antar-Sekaa Teruna se-Kota Denpasar. Lomba ini diselenggarakan oleh Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar dalam rangka Denpasar Festival (Denfest) ke-13 tahun 2020. Hadiah diserahkan oleh Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani, Jumat (8/1/2021) di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Art & Creative Hub.

“Geduh Agunng” adalah film dokumenter tentang proses pembuatan ogoh-ogoh di Banjar Dauh Tangluk, yang mengangkat kisah tentang I Gede Basur yang melegenda di Bali. Menurut AA Bagus Ariwisnawa selaku Ketua ST Putra Kencana, kisah tersebut diangkat untuk mengenang Arja Basur yang dibangun oleh tetua di banjar setempat puluhan tahun lalu. “Ini adalah upaya kami mengangkat potensi yang ada di banjar kami dan mengenang kembali kebanggaan di banjar kami,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian Bkraf Denpasar, I Putu Yuliartha, mengatakan “Pilem Mebarung” adalah kompetisi film dokumenter dengan tujuan mengangkat potensi setiap banjar melalui media film khususnya film dokumenter. Kegiatan ini diikuti 344 komunitas. “Pilem Mebarung bisa jadi merupakan festival film dokumenter dengan komunitas terbesar dalam suatu kota. Selain Denfest ke-13 juga menjadi festival daring terbesar dan terlama di Indonesia,” ucapnya.

Setelah penilaian ketat oleh Dewan Juri yang terdiri dari Agung Bawantara, Wayan Juniartha, dan Putu Marmar Herayukti, terpilih sembilan juara. Berhasil keluar sebagai Juara 1 “Geduh Agung” karya ST Putra Kencana, Banjar Dauh Tangluk, Kelurahan Kesiman; Juara 2 “Potensi Alam” karya ST Dharma Ghargita, Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan; Juara 3 “Ogoh-ogoh” karya ST Bhineka, Banjar Binoh Klod, Desa Ubung Kaja.

Juara  Harapan 1 “Tedung Agung” karya ST Yowana Saka Bhuwana, Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja; Juara Harapan 2 “Pertiwi” karya ST Eka Santhi, Banjar Tagtag Tengah, Kelurahan Peguyangan; Juara Harapan 3 “Sapuh Jagad” karya ST Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan. Selanjutnya Harapan 4 “Durga Mahishasura Mardini” karya ST Swastika, Banjar Pekambingan, Kelurahan Dauh Puri; Harapan 5 “Pengadang-adang” karya ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Merta Jati, Desa Sidakarya; dan Harapan 6 “Ogoh-ogoh Kami” karya ST Eka Laksana, Banjar Gaduh, Kelurahan Sesetan.

Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Denpasar, I Wayan Hendaryana, menambahkan, “Pilem Mebarung” merupakan hasil inovasi yang mengarahkan kerja sama antar-OPD, lembaga, dan komunitas dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan. Di bagian hulu ditangani oleh Dinas Kebudayaan dan pada bagian hilir ditangani Dinas Pariwisata.

“Diantara keduanya tampil Bkraf Denpasar sebagai hub yang mempertemukan kedua OPD dengan komunitas-komunitas yang menguasai bidang-bidang yang ada. Dengan pola ini, sumber daya yang ada dapat dimaksimalkan dan hasilnya menjadi capaian sukses bersama,” papar Hendar. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.