Fenomena Hujan Es Terjadi di Desa Tista

Butiran es yang ditunjukkan salah satu warga saat turunnya hujan es di wilayah Desa Tista, Busungbiu, Buleleng, Minggu (22/11).
264 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Fenomena hujan es terjadi di wilayah Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada Minggu (22/11) sekitar pukul 13.30 Wita. Kejadian aneh ini sempat diabadikan melalui rekaman ponsel oleh sejumlah warga dan menjadi viral di media sosial (medsos).

Salah seorang warga Desa Tista, Gede Danu Setyawan, mengatakan, sebelum terjadi hujan es saat siang bolong tersebut, awalnya turun hujan lebat seperti biasa disertai angin kencang. Setelah itu, disusul dengan turunnya hujan es yang ukuran esnya sebesar biji jagung.

“Ukuran es yang jatuh kecil-kecil kira-kira seukuran biji jagung. Setelah hujan reda langsung berhenti. Keras sekali bunyinya dari atap rumah seperti ada benda yang jatuh dari atas,” tutur Danu Setyawan.

Sementara itu, Perbekel Desa Tista, I Gede Marjaya, menyampaikan, hujan es terjadi merata hampir di seluruh wilayah Desa Tista yakni di Banjar Dinas Munduk Mengenu, Banjar Dinas Munduk Tengah, dan Banjar Dinas Tista. Fenomena hujan es ini berlangsung sekitar satu jam.

“Ya, benar sempat terjadi hujan es yang disertai angin kencang. Namun sebelum hujan es, sekitar pukul 12.00 Wita cuaca sempat panas dan terik kemudian turun hujan,” ujar Gede Marjaya.

Menurut Marjaya, fenomena hujan es ini bukan kali pertama terjadi di Desa Tista. Hujan es pernah juga terjadi tahun-tahun sebelumnya. “Sudah beberapa kali terjadi hujan es di desa kami. Biasanya, kalau sudah masuk musim hujan. Namun tahun ini, ini yang kali pertama,” jelasnya.

Diduga hujan es terjadi di desa tersebut karena wilayah Desa Tista yang berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. “Mungkin karena wilayah desa kami di dataran tinggi atau perbukitan sehingga terjadi hujan es,” ucap Marjaya.

Perbekel Tista mengaku belum menerima laporan adanya kerusakan yang diakibatkan oleh hujan es. “Butiran es yang jatuh ukurannya kecil dan langsung pecah. Sementara masih belum ada laporan kerusakan bangunan atau rumah warga akibat hujan es,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan peristiwa hujan es di Desa Tista merupakan hal alamiah yang biasa terjadi. Fenomena hujan es terjadi karena adanya awan konvektif yang ada di sekitar wilayah terdampak.

Awan konvektif ini ferjadi saat musim pancaroba yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, hujan es bisa terjadi saat musim hujan tiba. rik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.