Enam Pura di Kawasan Catur Angga WBD Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Acara penyerahan Surat Keputusan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten Tabanan, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Rabu (10/2/2021).
56 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Enam pura di Kabupaten Tabanan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat di Tabanan, yang merupakan Kawasan Catur Angga Warisan Budaya Dunia (WBD). Antara lain Pura Luhur Batukau, Pura Luhur Tamba Waras, Pura Luhur Muncak Sari, Pura Luhur Besi Kalung, Pura Luhur
Petali, dan Pura Luhur Sekartaji.

Penetapan tersebut pun terungkap dalam acara penyerahan Surat Keputusan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten Tabanan, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Rabu (10/2/2021). Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, IGN Supanji, acara penetapan tersebut merupakan kerja sama antara Dinas kebudayaan Tabanan dan BPCB Provinsi Bali.

Sementara Bupati Tabanan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Supanji, menyebut cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa, sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Untuk itu perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat, melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan, dalam rangka memajukan kebudayaan nasional yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ungkapnya.

Supanji pun menambahkan, Pemkab Tabanan mendukung program pelestarian cagar budaya, karena cagar budaya adalah warisan yang bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya di darat dan/atau di air.

Hal itu perlu dilestarikan untuk pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan. Dikatakan bahwa tim ahli cagar budaya saat ini telah mendata cagar budaya di 10 kecamatan. Setidaknya saat ini telah meregistrasi 365 yang diduga cagar budaya. Yang sudah diverifikasi 115, sesuai data sinkronisasi antara pemkab, provinsi, dan pusat.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kepala BPCB Provinsi Bali Ni Komang Aniek Purniti, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Tabanan IGN Tara Wiguna, Camat Penebel, dan Camat Tabanan, serta undangan lainnya. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.