Empat WNA Afrika Dideportasi

Proses pendeportasian yang dilakukan Petugas Rudenim melalui bandara Soekarno Hatta
Proses pendeportasian yang dilakukan Petugas Rudenim melalui bandara Soekarno Hatta
299 Melihat

MANGUPURA, POS BALI – Petugas Rudenim Denpasar, Selasa (24/11) malam melakukan pendeportasian terhadap 4 orang warga negara benua Afrika melalui bandara international Soekarno Hatta.  Mereka diantaranya OUT (30) Warga Negara Nigeria, UO (32) Warga Negara Nigeria, CCN (35)  Warga Negara Nigeria dan JPL (33) Warga Negara Pantai Gading. Sebelum di deportasi, mereka  sempat ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar menunggu proses pendeportasian.

Humas Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali I Putu Surya Dharma menerangkan, keempat WNA tersebut dideportasi karena telah melanggar UU RI No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Pendeportasian mereka menjadi 2 kloter keberangkatan, dimana kloter pertama yaitu OUT (30), UO (32) dan JPL(33) diberangkatkan menggunakan maskapai Ethiopia ET629, yang boarding melalui gate 2 pukul 16.10 Wib. Sedangkan kloter kedua CCN (35) diberangkatkan dengan menggunakan maskapai Qatar QR 957, yang boarding pukul 17.20 WIB melalui bandara international  soekarno hatta. “Setelah di deportasi, mereka selanjutnya kami usulkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jendral Imigrasi,” katanya, Rabu (25/11).

OUT terbukti telah melanggar pasal 78 ayat (3) Undang-Undang No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yang bersangkutan merupakan hasil tangkapan dari operasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, yang kemudian diserahkan kepada Rudenim Denpasar untuk menunggu proses pendeportasian pada tanggal 22 Oktober 2020. Yang berdangkutan ditangkap pada tanggal 20 Oktober 2020 karena telah overstay lebih dari 60 hari.

Sedangkan UO (32) terbukti melanggar pasal 78 ayat (3) UU RI No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yang bersangkutan merupakan hasil tangkapan dari operasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar dan diserahkan Rudenim Denpasar untuk menunggu proses pendeportasian pada tanggal 22 Oktober 2020. Ia ditangkap pada tanggal 20 Oktober 2020 karena overstay lebih dari 60 hari.

Kemudian, CCN (35) terbukti telah melanggar pasal 75 jo 71 huruf (b) UU RI No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yang bersangkutan merupakan hasil tangkapan dari operasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan diserahkan Rudenim Denpasar untuk menunggu proses pendeportasian pada tanggal 11 November 2020. Yang berdangkutan ditangkap pada tanggal 19 Oktober 2020 karena tidak bisa menunjukan dokumen yang sah pada saat pengawasan yang dilakukan oleh pihak kanim kelas I khusus TPI ngurah Rai 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.