Eksistensi Kuliner Tradisional Warha Hadapi Goyangan Virus Corona

sejumlah wisatawan eropa terlihat sedang bersantap siang di Pantai Kelan
541 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id –  Sejumlah usaha kuliner (restoran) di Desa Kelan, yang notabene sering di kunjungi wisatawan China mulai tutup perlahan pasca merebaknya virus Corona. Dari pantauan di pantai Kelan Minggu (15/3) kemarin, hanya ada 3 usaha yang masih beroperasi dari 8 usaha yang terpantau. Kendati demikian, 3 usaha tersebut terlihat minim pengunjung.

Kondisi berbeda justru terlihat di sejumlah usaha kuliner tradisional milik masyarakat, di pesisir pantai Kelan. Dimana warung makan yang bernuansa etnic tersebut terlihat masih disambangu pengunjung, walaupun jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Menariknya kunjungan tersebut justru dominan oleh wisatawan mancanegara. Mereka terlihat dengan asyik mengobrol, layaknya masyarakat lokal yang sudah sangat nyaman di tempat tersebut

Bendesa Adat Kelan, Wayan Sukerena dikonfirmasi terpisah tidak memungkiri kondisi tersebut. Dimana usaha kuliner tradisional masyarakat masih kuat bertahan, ditengah kondisi lesunya pariwisata saat ini. Hal tersebut dikarenakan pangsa pasar kuliner warga tersebut berbeda dengan usaha kuliner milik pengusaha. Selain menyasar wisatawan asing, usaha kuliner warga juga menyasar wisatawan lokal dan domestik. “Warung tradisional itu menunya ikan bakar dan kuliner bali lainnya,”ujarnya.

Selain usaha tersebut, wisata jukung tradisional diakuinya juga tetap buka. Namun memang kondisinya jauh berbeda dengan saat sebelum merrbaknya Corona. Ia berharap agar fenomena virus Corona bisa segera reda, sehingga pariwisata khususnya ke Pantai Kelan lebih menggeliat lagi. Sebab jika itu berlangsung lama, maka hal itu tentu akan menimbulkan dampak yang lebih parah lagi bagi sektor perekonomian warga. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.