Edarkan Sabu, Dua Perempuan Asal Jakarta Diadili

Terdakwa Bayu Dita Dwiya (kiri) dan terdakwa Okta Satriani sat di sidang tuntutan, Selasa, 18 Juni
Terdakwa Bayu Dita Dwiya (kiri) dan terdakwa Okta Satriani sat di sidang tuntutan, Selasa, 18 Juni
868 Melihat

DENPASAR, POS BALI  – Dua perempuan asal Jakarta, Bayu Dita Dwiya, 32 tahun dan Okta Satriani, 30 tahun, hanya bisa menangis seusai ‘diseret’ Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ni Luh Oka Ariani Adikarini ke kursi terdakwa di Pengadilan Negeri  (PN) Denpasar, Selasa (18/6) kemarin.

Kedua perempuan yang tinggal satu kamar kos ini harus menghadapi dakwaan dari jaksa dalam perkara pidana narkotika. Dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai, I Gde Ginarsa, jaksa Oka Ariani mendakwa keduanya sebagai kurir atau pengedar narkotika jnis sabu sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 112 ayat (1) Undang – undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terungkap dari dakwaan jaksa, kedua terdakwa  biasa mengedarkan sabu di seputaran wilayah Tohpati, Denpasar Timur.  Keduanya berbagi peran, dimana terdakwa Okta Satriani sebagai tukang tempel, sedangkan, Bayu Dita Dwiya bertugas mengamankan sabu di kamar kos. “Kedua terdakwa mengaku barang tersebut milik Eka (masih DPO). Terdakwa mengaku disuruh mengedarkan sabu-sabu dengan imbalan biaya sewa kamar kos plus sabu gratis,” jelas jaksa Oka Ariani.  

Penangkapan  kedua terdakwa berawal dari informasi dari masyarakat yang diterima polisi bahwa, di kamar kos di Jalan Nusa Indah Nomor 19, kamar nomor 6, Denpasar Timur, ada perempuan berperawakan tomboi dengan tinggi badan sekitar 183 centimeter, kulit sawo matang dan rambut pendek. Perempuan yang sering dipanggil Trapa itu ditengarai sering mengedarkan sabu di sekitaran wilayah Tohpati, Denpasar Timur. Petugas  polisi, I Ketut Samardika dkk dari Satnarkoba Polresta Denpasar kemudian melakukan penyelidikan. Pada Jumat, 15 Maret 2019 sekitar pukul 18.00 wita, petugas melihat seseorang perempuan berbadan gemuk datang dari warung menuju ke kamar kos di Jalan Nusa Indah Nomor 19 kamar nomor 6.

Melihat gelagat mencurigakan, polisi kemudian mengamankan perempuan tersebut. Setelah diamankan perempuan itu mengaku bernama Bayu Dita Dwiya.Setelah diinterogasi terdakwa mengaku tinggal sekamar dengan perempuan yang ciri-cirinya sesuai informasi yang dikantongi polisi. Petugas kemudian mengajak terdakwa Dita Dwiya masuk ke dalam kamar kos. Di dalam kamar ada seorang perempuan sedang tidur yang tidak lain adalah, Okta Satriani.  009

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.