Dua Usaha Malam ‘Nyeleneh’ Diperiksa Satpol PP Badung

ist/petugas Satpol PP Badung saat memeriksa usaha vault di wilayah Canggu
1,387 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Dua usaha hiburan malam di wilayah Canggu, Kuta Utara mendapatkan perhatian serius dari jajaran Satpol PP Badung, yaitu Vault dan Black Cat. Kedua usaha tersebut memiliki bentuk usaha yang tidak lazim pada umumnya. Dimana usaha vault berada pada basement bangunan layaknya sebuah bunker, sedangkan Black Cat akses masuknya harus melewati supermarket. Pengecekan kedua usaha tersebut diketahui telah dilaksanakan pada Sabtu (8/2) malam dan akhir Desember 2019.

Kepala Seksi Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol PP Badung, Dewa Made Sugira menerangkan pengecekan usaha Vault dilaksanakan Sabtu malam. Usaha tersebut berada di wilayah Desa Tibubeneng, dengan konsep bangunan layaknya bunker. Pengecekan tersebut dilakukan atas dasar informasi dari masyarakat yang mempertanyakan usaha tersebut. “Jadi posisi tempat itu berada di ruang semacam basement. Di atasnya ada beberapa usaha lain, seperti mart dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Saat dilakukan pengecekan, situasi di tempat hiburan tersebut masih sepi. Sebab usaha mulai operasional pada pukul 22.00 Wita, sementara pengecekan dilaksanakan sekitar pukul 21.30 Wita. Untuk membuktikan kelengkapan dokumen perizinannya, penanggungjawab usaha diminta untuk membawa berkas tersebut ke kantor Satpol PP Badung, Senin (10/2) ini. “Saat pengecekan, mereka mengaku sudah punya perizinan, termasuk izin keramaian dari desa adat juga sudah. Tapi kami tidak mau asal percaya dan itu harus bisa dibuktikan dokumennya,”tegasnya.

Sementara untuk usaha Black Cat, pengecekan usaha tersebut dilaksanakan sekitar 2 minggu lalu. Hal tersebut menindaklanjuti atas dugaan masyarakat yang melaporkan adanya mini market yang dikamuflase sebagai tempat hiburan malam. Sehingga disinyalir usaha tersebut tidak mempunyai izin, selain itu kondisi parkir kendaraan pengunjung juga kerap meluber ke jalan. Dari pengecekan petugas, diketahui akses masuk usaha tersebut berada pada sebuah minimarket. Selain itu daun pintu masuk usaha tersebut dipermak layaknya lemari pendingin. “Jadi, untuk berkunjung ke bar tersebut, maka pengunjung harus datang ke minimarket itu dan masuk ke dalam ‘kulkas rusak’,”ungkap Kepala Satpol PP Badung, IGAK Suryanegara.

Setelah pihaknya melakukan pemanggilan usaha yang berlokasi di daerah Canggu tersebut, diketahui usaha tersebut sudah mengantongi dokumen perizinan secara lengkap dan pajaknya juga sudah terbayarkan. Sehingga pihaknya hanya menegur usaha tersebut dari sisi kondisi parkir yang meluber. Pihaknya meminta pemilik usaha untuk menempatkan petugas pengatur parkir, sehingga pengunjung tidak parkir seenaknya dan meluber ke jalan. “Kalau itu tidak diindahkan, kami akan koordinasikan ke dishub untuk mengangkut ataupun menderek kendaraan yang parkir sembarangan, dan kemudian para pemiliknya kita tipiringkan,”tegasnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.