Dua Putra Daerah Jadi Direksi JBT

325 Melihat

MANGUPURA, POS BALI – Dua orang putra Bali kini dipercaya menduduki kursi Direksi PT Jasamarga Bali Tol (JBT) oleh Menteri BUMN,  Erick Thohir. Kedua orang sosok ini merepresentasikan keinginan dari Menteri agar kursi pimpinan di perusahaan plat merah lebih banyak diisi kaum milenial.

Adapun mereka adalah I Ketut Adiputra Karang (31) jadi Direktur Utama dan I Gusti Putu Arya Budhi Astawa (41) jadi Direktur Keuangan. Khusus Adiputra Karang, salah satu direksi termuda di BUMN dan mendapatkan apresiasi dari Erick Thohir melalui akun instagramnya.

I Ketut Adiputra Karang saat dikonfirmasi Senin (23/11) sore mengaku sama sekali tidak menyangka dan kaget dirinya sebagai Dirut JBT, sebab saat penilaian fit and proper test ia hanya diajak mengobrol dan berdiskusi saja. Terlebih dari segi jam terbang,  pria kelahiran Kediri Jatim ini masih belum banyak memiliki pengalaman, karena baru 8 tahun lebih bekerja di BUMN.

Sebelum menduduki posisinya yang sekarang, alumnus Fakultas Teknik Universitas Udayana tahun 2011 ini menjabat sebagai Toll Collection Department Head Operation & Maintenance Management Group. Sebelum bekerja di BUMN pada tahun 2012, ia sempat bekerja di sebuah perusahaan kontraktor yang ada di Bali.  “Sebenarnya dari awal bekerja, saya memang berharap bisa tugas di Bali. Tapi kenyataannya saya harus ke Jakarta dulu selama 8 tahun. Jadi pencapaian saat ini merupakan kepercayaan bagi saya dan saya sangat berterimakasih atas ini,”ungkap yang  berdomisili di Jakarta, namun lama dibesarkan di Surabaya.

Sementara I Gusti Putu Arya Budhi Astawa diangkat menjadi Direktur Keuangan berdasarkan Keputusan RUPS tertanggal 1 Oktober 2020. Ia merupakan Sarjana Ekonomi dari Universitas Airlangga pada tahun 2005, yang kemudian mengawali karir di PT Pelindo III (Persero) tahun 2012 sebagai Staf Pratama Satu Bagian Hubungan Industrial pada tahun 2013.

Sebelum menjabat Direktur Keuangan, Arya menempati posisi sebagai Manager Keuangan PT Pelindo III (Persero) Regional Jawa Tengah. “Background saya dengan pak Adiputra memang berbeda, tapi tidak menghalangi kami bekerjasama dan membangun JBT. Jadi kami harus selalu berhati-hati membawa perusahaan, saling bekerjasama sebagai sebuah tim dan membawa keharmonisan dalam bekerja,”ujar pria asal Tabanan ini yang sejak kecil di besarkan di Jawa.  023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.