Dua Pedagang Pasar Bondalem Sembuh Corona

Gede Suyasa. Foto: rik
333 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Dua pasien positif terpapar virus Corona atau Covid-19 di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng kini dinyatakan sembuh. Mereka itu adalah PDP 25 dan PDP 38. Setelah sembuh, mereka dipulangkan dari Rumah Sakit RS Pratama Giri Emas. Keduanya merupakan pedagang di Pasar Desa Bondalem.

Dari informasi diterima, Senin (18/5), kedua pasien ini dirawat di RS Pratama Giri Emas selama 17 hari sejak 30 April lalu. Dengan pulangnya dua PDP ini, RS Pratama Giri Emas kini masih merawat sebanyak 15 pasien. 13 pasien terkonfirmasi positif virus Corona, dan dua orang lainnya masih status Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Untuk hasil swab, pasien yang meninggal di RSUD Buleleng pada Sabtu (16/5) lalu hingga kemarin belum diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng. Karena itu belum dapat dipastikan apakah dia meninggal karena terpapar Covid-19 atau bukan. Sementara terhadap hasil pelacakan terhadap orang yang sempat kontak dengan PDP 51, saat ini sudah mencapai 81 orang. Itu hasil penelusuran di lingkungan tempat tinggal, keluarga maupun lingkungan kerja.

Untuk diketahui, PDP 51 asal Kecamatan Seririt sering melakukan aktivitas penjemputan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke tempat karantina di Seririt.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Senin (18/5) bilang dari 81 orang hasil pelacakan, sebanyak 53 orang sudah dites swab dan hasilnya negatif. Sementara 28 orang lainnya, hingga kemarin hasil tes swab belum keluar, dan masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka dikarantina mandiri di rumah masing-masing.

Suyasa mengungkapkan, ada satu pasien yang dirawat dan meninggal di RSUD Buleleng ditangani sesuai dengan protokol Covid-19. Sebab, penyakit yang dialami pasien mendekati dengan gejala klinis Covid-19. Meski begitu dia berkata belum dapat memastikan apakah pasien itu meninggal karena Corona atau penyakit lain.

Menurut Suyasa, Gugus Tugas belum bisa mencatat pasien itu meninggal karena Corona. Namun, tim medis yang pernah merawat pasien yang memiliki gejala pasti dilakukan dilacak, dites cepat, dan dikarantina. “Untuk data jumlah paramedis yang dilakukan rapid test (tes cepat) dan dikarantina saya belum terima,” jelas Sekda Buleleng itu. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.