Dua Desa di Buleleng Jadi Percontohan Pengembangan Panel Surya

Putu Adiptha Eka Putra
173 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Kabupaten Buleleng mulai mengembangkan energi terbarukan yakni solar cell atau panel surya. Sejauh ini, sudah ada 2 jaringan panel surya beroperasi yakni di Desa Bondalem dan Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Panel surya tersebut dimanfaatkan sebagai penghasil listrik untuk bisa menarik air dari sumur bor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, belum lama ini mengatakan, kedua desa tersebut dibantu solar cell pada tahun 2017 lalu. Tujuannya untuk menekan biaya operasional sumur bor yang mahal jika hanya memakai aliran listrik konvensional.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Buleleng mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk masing-masing desa itu. Panel surya di Desa Bondalem memiliki daya tampung 25.000 VA, sedangkan panel surya di Desa Tembok mempunyai daya tampung sekitar 15.000 VA.

Adiptha Eka Putra menjelaskan, pertimbangan desa itu menjadi proyek percontohan pembangunan panel surya, lantaran biaya tagihan listrik sumur bor di Desa Bondalem sebelum memakai solar cell mencapai sekitar Rp12 juta per bulan. Setelah dibantu solar cell, tagihan listrik dari PLN hanya berkisar Rp6 juta sampai Rp8 juta per bulan. “Ini meringankan biaya listrik hingga 30 persen,” katanya.

Hanya saja untuk memperbaiki sistem solar cell saat terjadi kerusakan, Dinas PUTR Buleleng terpaksa mendatangkan teknisi dari luar Bali lantaran terkendala SDM. Selain itu, untuk menambah panel surya terhalang izin karena panel surya berskala besar harus ada kerja sama dengan PLN. “Solar panel ramah lingkungan, tapi masih sedikit, karena terkendala biaya besar dan SDM,” jelas Adiptha Eka Putra.

Lantaran terkendala biaya besar dan SDM, kata Adiptha, pemanfaatan solar cell untuk perorangan belum banyak dilakukan. Namun ke depan, Dinas PUTR Buleleng akan berupaya agar minimal perkantoran maupun usaha kecil di Buleleng bisa memanfaatkan penggunaan panel surya.

“Biaya pemasangan jaringan baru cukup mahal. Kalau perseorangan bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik keluarga, tapi sedikit. Ke depan semua arahnya ke sana, karena potensinya bagus. Dan hampir seluruhnya mendapat penyinaran penuh dari matahari,” kata Adiptha Eka Putra. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.