Dua Desa di Bangli Belum Bentuk Bumdes

????????????????????????????????????
Dewa Bagus Riana Putra
77 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Belum semua desa di Bangli membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Dari 68 desa, baru 66 desa yang memiliki Bumdes. Hal tersebut diakui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangli, Dewa Bagus Riana Putra, Rabu (4/11).

Lebih lanjut dikatakan Riana, ada dua desa di Kintamani belum membentuk Bumdes. Instansinya selama ini terus mendorong kepala desa di dua desa segera membentuk Bumdes untuk mengembangkan usaha ekonomi kerakyatan, dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Saat ini merek sudah persiapan untuk pengajuan.

“Belum terbentuknya Bumdes, karena masing-masing desa kan punya perencanaan matang yang tertuang di RPJMDes. Tahun pertama akan melaksanakan apa, tahun kedua apa dalam kepemimpinan perbekelnya. Tapi saya yakin semua desa akan membentuk Bumdes,” jelasnya.

Riana optimis tahun 2021 target semua desa di Bangli terbentuk Bumdes akan terwujud, sesuai akhir masa jabatan Bupati I Made Gianyar. Dia menyebut dari seluruh Bumdes saat ini, sebagian besar unit usahanya bergerak dalam bidang simpan pinjam. Di sisi lain, tak sedikit juga Bumdes berhasil mengembangkan jenis usaha lain sampai memiliki lebih dari tiga unit usaha. “Agar Bumdes yang ada terus berkembang, perlu ada inovasi usaha lain,” pesannya.

Untuk pembinaan, Riana mendaku selama ini rutin melaksanakan, terutama terhadap Bumdes yang baru terbentuk. Salah satu caranya dengan mendorong mereka mengembangkan unit usaha lain sesuai potensi yang ada di desa. “Jangan pikirannya hanya simpan pinjam saja, saya selalu arahkan agar mengamati dan menggali potensi yang ada di desa masing-masing,” tambahnya.

Belum lama ini, terangnya, dengan ikut sertanya 60 Bumdes dan 4 Bumdes Bersama sebagai pemegang saham di Bank Pasar, dinilai bisa memberi kontribusi positif terhadap arah perkembangan Bank Pasar untuk menambah PAD. Sesuai aturan BI, ulasnya, semua tatanan pemerintah berproses dengan tatanan keuangan nontunai. Untuk di daerah Bangli dimulai dari pertengahan semester kedua agar aktivitas keuangan efektif dan efisien.

“Juga untuk antisipasi gangguan keamanan dan menghindari adanya penyalahgunaan dari oknum ketika membawa uang tunai. Desa bisa ikut menyertakan modalnya di Bank Pasar ketika memiliki Bumdes,” sebutnya menandaskan. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.