Dua Bencana Longsor di Busungbiu, Rumah dan Mobil Rusak

Petugas BPBD Buleleng dibantu warga Desa Sepang Kelod saat membersihkan sisa material longsor yang menutup jalan.
291 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Bencana longsor terjadi di dua desa wilayah Kecamatan Busungbiu, Buleleng yakni di Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod, Sabtu (16/1/2021) dini hari. Beruntung bencana longsor yang terjadi akibat hujan lebat ini tidak ada korban jiwa. Akan tetapi, satu bangunan rumah dan mobil milik warga rusak akibat tergerus material longsor.

Musibah longsor pertama terjadi di Banjar Dinas Sepang, Desa Sepang tepatnya di kebun milik Made Darmayasa (64). Tanah setinggi sekitar 20 meter longsor dan menutup akses jalan penghubung Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod karena tertutup material longsor dan batang pohon yang tumbang.

Sisa material longsor di lokasi itu sudah dibersihkan oleh petugas gabungan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng, TNI, Polri, dan warga secara gotong royong. Jalan tersebut pun sudah bisa dilalui kendaraan.

Longsor yang kedua terjadi pada Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 01.30 WITA. Longsor ini membuat tembok penyengker yang ada di rumah milik Putu Artono (55) di Banjar Dinas Asah Badung tergerus. Selain itu, longsor membuat lima akses jalan Desa Sepang Kelod sempat tertutup.

Perbekel Desa Sepang Kelod, Ketut Ngurah, mengatakan, tanah longsor tersebut menutup akses jalan di Banjar Dinas Asah Badung menuju Banjar Dinas Gunung Sari. Selain longsor, juga ada pohon tumbang. Bukan itu saja, satu mobil milik Kadek Darsana (30) warga Banjar Dinas Asah Badung, ikut terseret saat tanah longsor terjadi.

Saat itu mobil Honda Jazz bernopol DK 1371 AY sedang berhenti di jalan karena hujan deras. Pemilik mobil saat itu akan memindahkan batu yang menghalangi lintasan jalan. Nahas, longsor langsung terjadi dan menyeret mobil tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, menjelaskan, Kadek Darsana berhasil selamat ketika mobilnya terseret material tanah longsor di jurang sedalam sekitar 10 meter. Pascamusibah longsor di dua desa itu, pihaknya menerjunkan personel TRC BPBD untuk mengevakuasi material sisa longsor.

Pembersihan dilakukan terhadap sisa material sisa longsor yang terjadi di Desa Sepang Kelod. Alat berat yang disewa BPBD Buleleng berupa eksavator ini dikerahkan ke lokasi longsor berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak desa.

“Kami telah mengerahkan satu alat berat membantu mempercepat pembersihan material sisa longsor di Desa Sepang Kelod yang masih menutupi akses jalan. Sementara untuk di Desa Sepang, evakuasi sudah selesai, dan akses jalan yang sebelumnya tertutup longsor sudah bisa dilewati kembali,” jelas Suadnyana, Minggu (17/1/2021).

Suadnyana menjelaskan, dengan menggunakan alat berat dapat mempercepat proses pembersihan. Sebab, jika dilakukan secara manual memakai tenaga manusia, maka memerlukan waktu yang cukup lama sekitar empat hari, mengingat material longsor bercampur dengan lumpur tanah liat. Selain itu, di sekitar lokasi tidak ada sumber air untuk menyemprot.

Alat berat didatangkan dari desa terdekat dengan Desa Sepang karena akses jalan ke desa itu cukup sulit. “Ini untuk efisiensi dibandingkan alat berat didatangkan dari kota,” pungkasnya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.