DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu Kembali Sedot Pengujung

290 Melihat

MANGUPURA, Posbali.co.id – Kendati sempat ditutup selama 2 bulan karena status PPKM darurat untuk Pulau Bali, namun kerinduan pengunjung terhadap DTW Kawasan Luar Pura Uluwatu masih cukup tinggi. Sejak kembali dibuka Senin (13/9), para pengunjung terus berdatangan ke DTW yang berlokasi di Desa Pecatu itu. Tidak heran jika DTW Uluwatu masih menjadi tujuan favorit wisatawan, sebab ada sejumlah daya tarik yang dimiliki DTW yang berlokasi di ujung selatan Pulau Bali itu. Diantaranya eksotisme tebing sunset, pura, kecak, hutan, dan habitat kera. Selain menerapkan prokes cegah Covid-19, dan mencegah potensi kerumunan, pengelola juga memasang barcode aplikasi peduliLindungi yang wajib discan pengunjung.

Manager Pengelola Obyek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana menerangkan, berbagai fasilitas kesehatan terkait prokes sudah dikantongi dan diterapkan. Seperti sertifikat protokol Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE), serta tetap konsisten dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Termasuk juga dilengkapi dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi. Sesuai aturan yang dipersyaratkan dalam SE Gubernur Bali 15/2021, terkait ujicoba pembukaan DTW. “Selain penggunaan masker, membiasakan mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, juga sangat kami harapkan. Yang penting adalah, penerapan barcode system dari PeduliLindungi. Karena, aplikasi ini untuk menjalankan program 3T testing, tracing dan treatment. Itu sangat penting bagi pengunjung,”ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada setiap pengunjung agar benar-benar disiplin mengikuti aturan yang telah diterapkan di kawasan. Sebab kerjasama yang baik dalam upaya melindungi kesehatan, merupakan kunci dari kebangkitan pariwisata dan perekonomian.

Ia menarget, kunjungan wisata selama masa awal pembukaan DTW itu bisa berada diatas 100 orang. Ia mengaku optimis, kedepan jumlah kunjungan akan terus meningkat. Terlebih pihaknya juga sudah mempersiapkan pementasan kecak mulai akhir September ini. Jika kondisinya semakin membaik, ia meyakini kunjungan ke Uluwatu dan juga destinasi pantai Labuansait akan mencapai di atas 1000 orang per hari. “Kami akan memberikan pelayanan terbaik dan memaksimal, termasuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik,” tegasnya.

Sekretaris Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali ini juga berharap kepafa seluruh anggota Putri, agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk penerapan aplikasi PeduliLindungi di setiap DTW yang dikelola. Semua DTW yang sudah mulai beroperasi diharapkan selalu memastikan dengan baik, terkait protokol kesehatan, termasuk sistem pendukung yang terpenting yakni aplikasi PeduliLindungi yang merupakan salah satu persyaratan. “Jangan hanya buka untuk meningkatkan pendapatan, namun yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan, mengamankan dan memberikan rasa nyaman bagi pengunjung. Makanya aplikasi PeduliLindungi bagi DTW atau anggota Putri, wajib harus ada dan dilakukan, sehingga hal itu bisa dipakai acuan untuk destinasi maupun instansi atau yang berkepentingan,”pungkasnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.