DPRD Bangli Tinjau Jalan Putus dan Jebol

Komisi III DPRD Bangli meninjau dua lokasi jalan putus dan jebol di Dusun Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Senin (18/1/2021).
406 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Komisi III DPRD Bangli meninjau putusnya jalan penghubung antara Lingkungan Tegalalang, Kelurahan Kawan dengan Banjar Tambahan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku yang terjadi pada Sabtu (16/1/2021). Pemantauan ke lapangan itu dipimpin Ketua Komisi III, I Made Natis, Senin (18/1/2021). Selain Jalan Tegalalang-Tambahan, legislator juga meninjau jalan ambrol di Dusun Selati, Desa Bunutin.

Usai kunjungan, Natis mengatakan jalan penghubung di Lingkungan Tagalalang-Tambahan merupakan jalur vital bagi masyarakat, baik sektor pertanian maupun sebagai jalur alternatif warga di lima dusun di Desa Jehem ke Kota Bangli. “Jalan ini sangat vital, jadi kami dorong eksekutif agar memprioritaskan perbaikan,” ujarnya.

Untuk sumber pendanaan penanganan jalan putus itu, dia berujar masih menunggu kebijakan Bupati Bangli apakah menyatakan itu kebencanaan atau tidak. Jika Bupati memasukan itu ke kebencanaan, perbaikannya bisa diambil dari anggaran kebencanaan di BPBD Bangli, dari pos bantuan tidak terduga. “Kalau tidak, kita tentu masih menunggu anggaran perubahan pada bulan Maret untuk menganggarkan,” sebut politisi PDIP asal Desa Sukawana tersebut.

Anggaran kebencanaan tersebut, sambungnya, diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Dengan nilai sebesar itu, dia menilai masih memungkinkan untuk menggarap jalan putus Tagalalalang-Tambahan. Model perbaikan jalan yang ada di lokasi rawan banjir, menurut Natis, masih dikaji Dinas PU, apakah model jembatan atau pelebaran. “Kemungkinan pakai beton yang sudah jadi agar cepat bisa dimanfaatkan warga,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi III, I Made Sudiasa. Menurutnya, putusnya jalan tersebut sangat mendesak untuk mendapat penanganan. Hal serupa juga terjadi di Banjar Selati, Desa Bunutin, Bangli. Meski tidak putus, tapi kerusakannya lumayan parah. “Saat ini masih masa transisi, harapan kami perbaikan dipercepat. Kami menunggu pernyataan Bupati terkait kebencanaan, baru bisa menggunakan dana tidak terduga,” ungkapnya.

Estimasi biaya perbaikan, dia menyebut kajian Dinas PU masing-masing jalan tersebut butuh biaya Rp1 miliar. Semisal dana tak terduga tidak cukup, nanti bisa ditambah. “Kami harap ada kajian terkait penganggaran jalan rusak akibat bencana alam ini, agar tidak terlambat dalam melakukan penganggaran,” pungkasnya. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.