DPN Peradi Minta Penyidik Polresta Bersabar, Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Advokat Togar Situmorang

Dr Otto Hasibuan Ketua Umum DPN Peradi
Dr Otto Hasibuan Ketua Umum DPN Peradi
886 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Ketua Umum DPN Peradi, Dr. Otto Hasibuan meminta penyidik Polresta Denpasar bersabar dalam menangani kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor oknum advokad Togar Situmorang, SH, C.Med, MH, MAP, CLA. “Kita harap bersabar dan membangun komunikasi dengan penyidik. Saya sudah perintahkan bidang Pembelaan Profesi Advokad  (PPA) panggil lawyer bersangkutan. Segera sidang Dewan Kehormatan (DK) dan  Pengawas untuk pemeriksaan. Paling seminggu sudah selesai.  Hasilnya secepatnya disampaikan,” kata Otto Hasibuan saat diwawancara Senin (8/3) pagi.

Menurut Otto  dalam sidang kode etik, Dewan Kehormatan menilai apakah dalam menjalankan tugas profesi di dalam atau di luar sidang,  lawyer itu beritikad baik atau tidak.  Bila beritikad baik, organisasi (Peradi-red) membela.  “Kalau terbukti tidak beritikad baik, organisasi meneruskan ke penyidik untuk proses hukum selanjutnya,” ujarnya.  “Kita harap bersabar. Terus membangun komunikasi, saling menghargai. Saya sudah perintahkan divisi pembelaan advokat secepatnya memanggil dan melakukan sidang,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, organisasi wajib membela anggotanya melalui kode etik. Advokat tak boleh dituntut di dalam atau di luar persidangan. “Tapi ia tidak kebal hukum. Harus dinilai itikad baik atau tidak. Dan organisasi bisa menilai itu melalui sidang Dewan Kehormatan yang mengacu kode etik, hukum dan keadilan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokad  (PPA) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi), Antoni Silo, SH mengatakan, kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor oknum advokad Togar Situmorang, seharusnya dilaporkan ke Dewan Kehormatan DPN Peradi, bukan kepada pihak kepolisian, Polresta Denpasar.

Alasannya, Togar Situmorang menjalankan tugas sebagai kuasa hukum pelapor. Selain itu, objek yang dilaporkan oleh Rolf Steffen Gornitz (pelapor) uang senilai Rp250 juta adalah titipan yang ditetapkan melalui putusan pengadilan dimana memerintahkan kuasa hukum, Togar Situmorang menyerahkan kepada kliennya, Rolf Steffen Gornitz.

“Togar masih menjalankan tugasnya sebagai advokat yang dikuasakan oleh pelapor, yaitu Rolf Steffen Gornitz.  Bahkan penguasaan Togar atas uang Rp250 juta adalah titipan berdasarkan putusan pengadilan  dimana Togar sebagai kuasa hukum menyerahkan kepada kliennya. Mestinya pelapor (Steff) sebagai klien datang saja ke kantor Togar mengambil uang itu. Sederhana saja kok. Kalau Stef sebagai klien merasa dirugikan mestinya melaporkan ke Dewan Kehormatan DPN Peradi,” kata Antoni kepada wartawan usai bertemu Penyidik Unit IV Sat Reskrim Polresta Denpasar, Kamis (4/3) siang.

Dalam pandangan  Antonio, Togar masih menjalankan tugas sebagai advokat yang dikuasakan pelapor. Selain itu ada kuasa hukum pelapor lain, tapi hanya Togar yang dilaporin.  Kuasa hukum itu melekat pada dua orang. “Kalau Steff sebagai klien merasa dirugikan,  lapor saja ke DK DPN Peradi. Kami pasti proses dan ada sanksinya. Kalau pelanggaran serius kami meneruskan ke aparat,” kata Antoni. 003

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.