Distribusi Air di Denpasar Terganggu Berhari-hari, Warga: Semoga Keluhan Didengar Wali Kota

Warga Denpasar antre mendapatkan air bersih dari pelayanan mobil tangki Perumda Air Minun Tirta Sewakadarma, Minggu (17/1/2021).
365 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Musim hujan tiba, persoalan klasik di Kota Denpasar pun kembali terjadi. Sejak beberapa hari yang lalu pendistribusian air bersih di Denpasar mengalami gangguan. Berdasarkan surat pemberitahuan dari Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma tertanggal 14 Januari 2021, terjadi gangguan produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung akibat air baku Sungai Ayung keruh bercampur pasir, lumpur, dan material sampah sehingga sulit diolah dan mengakibatkan IPA setop produksi.

Berdasarkan laporan dari warga masyarakat, hingga Minggu (17/1/2021) petang, pendistribusian air bersih masih mengalami gangguan. Ada yang masih macet total alias tidak ada air yang mengalir di keran rumah warga. Ada pula yang sudah mulai mengalir, tetapi airnya masih keruh sehingga tak layak konsumsi. Kondisi inipun dikeluhkan oleh banyak warga pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma.

Edy Winarta, warga yang beralamat di Ubung Kaja, Denpasar Utara, Minggu (17/1/2021) menuturkan, air tidak mengalir di rumahnya sejak tiga hari yang lalu. Dan menurutnya, kejadian seperti ini sudah sering terjadi wilayahnya. “Setiap tahun selalu alasannya seperti ini (air sungai keruh dan berlumpur). Masyarakat sampai capek komplin. Semoga ini didengar Wali Kota dan Dirut PDAM,” ujarnya.

Dia menilai Perumda (PDAM) tidak pernah melakukan evaluasi dan mencari solusi atas permasalahan air bersih yang terus berulang di Kota Denpasar. Selain itu, dia mengamati Perumda begitu santai menanggapi keluhan publik. Setiap musim kemarau, kalau air mati, Perumda bilang air sungainya kecil atau kering. Setiap musim hujan dimana air melimpah, Perumda bilang air sungai banyak lumpur dan pasir.

“Jadi artinya sepanjang tahun masyarakat kesulitan air. Sedangkan mayah sing dadi nganggeh (ngebon, red)!! Segini buruknya pelayanan PDAM kepada publik? Apakah ada kompensasi yang bisa diberikan kepada masyarakat? Supaya adil karena PDAM langsung mendenda masyarakat karena telat bayar,” kata Edy menyampaikan kekecewaan atas layanan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma.

Keluhan terhadap layanan air bersih di Kota Denpasar banyak disampaikan oleh masyarakat lewat akun resmi Humas Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar. Bahkan, kata warga, pelayanan air melalui mobil tangki air secara gratis pun tidak maksimal di lapangan. Salah seorang warganet, PaK Jessy, menuliskan, “Saya kemarin nlp pelayanan 24 jm, tlp selalu sibuk, dan saya minta air tangki juga ngak datang saya tunggu2 sampai malem air tangki tidak kunjung datang.” Keluhan serupa disampaikan warga Gede Suardana. Saya udah daftar tapi mobil ndk ada datang. Saya telpon ndk d angkat trus Saya harus bagaimana lagi???,” tulisnya.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Ketut Jombang Suhendra, saat dikonfirmasi tidak menampik kondisi gangguan pendistribusian air tersebut. Dia menerangkan, hingga Minggu malam produksi air di IPA Belusung belum normal. Dikatakannya, masih sering dilakukan pembersihan dan penggelontoran di terowongan kanal air karena tertimbun pasir. Dampaknya, produksi pun tidak bisa maksimal. “Dampak gangguannya Denpasar Barat, Denpasar Utara, dan Denpasar Timur,” ujarnya.

Ketut Jombang menjelaskan, untuk mengatasi kondisi air baku yang keruh akibat hujan di hulu Sungai Ayung, sejauh ini belum bisa diatasi dengan maksimal karena tingkat kekeruhan yang tidak dapat diprediksi. Selain itu, hal ini lantaran keterbatasan teknologi yang dimiliki Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma. “Untuk normalnya kami belum bisa pastikan karena situasi dan cuaca saat ini yang tidak menentu,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk tahun 2021 di IPA Belusung akan dibuatkan beberapa sumur bor guna menunjang kekurangan level air yang diolah dan pembuatan kanal pengambilan air baku Sungai Ayung. Dikatakan pula, sampai saat ini pengambilan air baku masih menjadi satu dengan PDAM Badung yang merupakan salah satu penyebab seringnya terjadi gangguan produksi di IPA Belusung. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.