Distan Buleleng Canangkan Penerapan Pertanian Organik

Panen padi di sawah yang memakai sistem pertanian organik di Buleleng. Saat ini Dinas Pertanian setempat gencar mencanangkan penerapan pertanian organik.
465 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Dinas Pertanian (Distan) Buleleng mulai mencanangkan penerapan sistem pertanian organik untuk para petani yang ada di Buleleng. Ini sesuai dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Buleleng tentang Sistem Pertanian Organik yang pengesahannya untuk menjadi Perda masih dibahas oleh DPRD Buleleng.

Kepala Distan Buleleng, Made Sumiarta mengatakan, Ranperda tentang sistem pertanian organik ini tengah digagas karena melihat kondisi tanah pertanian di Buleleng yang telah rusak akibat menggunakan pupuk kimia. “Kondisi pertanian di Buleleng rusak, akibat dari penggunaan pupuk kimia yang sudah melewati batas aman,” kata Sumiarta, Jumat (15/10/2021).

Dijelaskan Sumiarta, penggunaan pupuk kimia sejak sekitar tahun 80-an silam telah berdampak besar terhadap kerusakan tanah pertanian di Buleleng. Untuk itu, perlu dilakukan pengembalian ke kondisi semula dengan cara menerapkan sistem pertanian organik di Buleleng.

Selain pupuk kimia, penggunaan pestisida kimia juga selama ini telah menurunkan kualitas produk pertanian karena mengandung unsur tidak baik bagi kesehatan jika hasil pertanian itu dikonsumsi oleh masyarakat. Meski begitu karena terbiasa menggunakan pupuk kimia, tentu perlu waktu untuk membina para petani agar bersedia menerapkan sistem pertanian organik.

“Merubah mindset daripada para petani dari kimia ke organik kan perlu waktu. Jadi sudah barang tentu, nantinya ini merupakan tugas bagi kami semua di dinas untuk bagaimana mengembalikan dan merubah mindset para petani ke sistem pertanian organik,” ujar Sumiarta.

Tahapan tersebut telah tertuang pada Ranperda Sistem Pertanian Organik yang tengah dibahas DPRD Buleleng. Terkait manfaatnya, lanjut kata Sumiarta, produk pertanian organik telah lama terbukti memiliki kualitas baik dibandingkan produk pertanian non-organik.

Pasalnya, hasil panen baik sayuran, buah, serta produk nabati lainnya lebih segar dan lebih aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. “Produk organik itu dari segi kualitas, segi daya tahan, dan dari segi rasa berbeda dengan produk yang menggunakan pestisida dan juga pupuk kimia,” pungkas Sumiarta. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.