Disparda Melonggarkan, Pengelola Tak Mau ‘Grasa-Grusu’. Pantai Labuan Sait Dan Pantai Canggu Masih Ditutup, Tunggu Keputusan Resmi Pemkab

102 Melihat

MANGUPURA, POS BALI – Kendati Dinas Pariwisata Badung telah mengizinkan agar operasional pantai Labuan Sait (Pecatu) dan Pantai Canggu dibuka kembali untuk aktifitas surfing dengan mengacu protokol Covid-19, namun kedua pantai tersebut dinyatakan masih tutup. Pembukaan pantai tersebut hanya akan dilakukan, jika ada surat pernyataan resmi dari Pemkab. Sebab pihak pengelola masih khawatir terkait dampak yang ditimbulkan, jika pembukaan tersebut kembali memicu terjadinya penambahan penularan Covid-19.

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumertha menerangkan, sampai saat ini pantai Labuan Sait masih ditutup untuk umum. Namun pihaknya tidak menampik bahwa ada temuan wisatawan yang bermain surfing di pantai tersebut. Hal itu diperkirakan karena wisatawan tersebut masuk melalaui jalur tikus atau datang dengan menyewa perahu. Atas temuan tersebut, pihaknya mendorong agar petugas Balawista Kabupaten Badung melakukan upaya pembinaan. Utamanya ketika menemukan wisatawan bermain surfing di pantai-pantai wilayah Pecatu. “Secara umum pantai Labuan Sait masih ditutup. Tidak ada yang dilonggarkan, termasuk untuk kegiatan bermain surfing,”ujarnya dikonfirmasi Selasa (2/6).

Untuk membuka kembali pantai Labuan Sait, pihaknya mengaku masih menunggu arahan pemerintah kabupaten dan propinsi, terkait instruksi resmi pembukaan obyek wisata tersebut. Sebab penutupan obyek wisata tersebut sebelumnya dilaksanakan berdasarkan Perda dan Perbub, sehingga ketika itu kembali dibuka maka diperlukan dasar legal pembukaan obyek wisata terkait. Jika hal itu hanya disampaikan melalui instruksi lisan, tentunya hal tersebut akan sulit dipertanggungjawabkan kedepan. “Kami masih menunggu instruksi lisan dan legalnya. Sebab kalau seandainya terjadi apa-apa setelah pantai kembali di buka, kami tentu tidak ingin dipersalahkan,”ungkapnya.

Pada dasarnya pihaknya mengak tidak menolak jika operasional Pantai Labuan Sait kembali dibuka. Namun hal itu tentu harus jelas payung hukumnya. Terlebih lagi dalam pembukaan DTW Labuan Sait, tentu ada retribusi yang diterapkan dan disetorkan kepada Pemkab nantinya. Jika hal itu tidak ada payung hukumnya, ditakutkan pungutan retribusi tersebut nantinya malah dianggap pungutan liar (pungli).

Disisi lain, pihaknya juga mengaku masih menunggu adanya SOP menyangkut pembukaan kembali obyek wisata, yang berkaitan dengan konsep new normal. Sebab selaku pelaksana, pihaknya tentu akan menerapkan seluruh regulasi dan protokol dari pemerintah nantinya. Sebab dalam pembukaan obyek wisata, tentu diperlukan juga adanya SOP, protap dan pengaturan menyangkut protokol pencegahan Covid-19. Dimana acuan tersebut nantinya tentu akan diterjemahkan menjadi suatu aturan yang berlaku di obyek wisata, terkait dengan aktifitas pariwisata wisatawan maupun pelaku pariwisata.

Hal senada juga disampaikan oleh Perbekel Canggu, Nengah Lana yang menerangkan bahwa Pantai Canggu sejauh ini masih ditutup operasionalnya untuk umum. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi wilayah, dan sarana prasarana sebagainya menyangkut protokoler pencegahan Covid-19, terlebih Canggu diakuinya masuk dalam zona merah. “Pantai Canggu masih ditutup, belum dibuka, karena kita zona merah,”sebutnya.

Sejauh ini pihaknya mengaku masih menunggu arahan pimpinan, utamanya menyangkut pembukaan DTW. Jika hal itu sudah ada legalitas yang jelas, barulah pihaknya akan membuka pantai Canggu. Sebab hal itu menyangkut terkait dengan konsep new normal, baik itu SOP, fasilitas dan sebagainya.

Untuk diketahui, masa berlaku penutupan operasional sementara obyek wisata di kabupaten Badung telah berakhir tertanggal 29 Mei 2020, sesuai tertuang dalam surat No 556/2224/Dispar/Sekret. Namun Pemkab Badung belum berani memutuskan lebih lanjut, apakah penutupan obyek wisata tersebut akan kembali diperpanjang atau tidak. Pasalnya dasar penutupan obyek wisata tersebut diberlakukan mengacu pada SK Gubernur Bali No 272/04-G/HK/2020. Namun Kadis Pariwisata kabupaten Badung, Made Badra diketahui telah melonggarkan aktivitas wisatawan yang bermain surfing di Pantai Labuan Sait dan Pantai Canggu, dengan mengacu kepada protokol pencegahan Covid-19. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.