Diskon ‘Samsat’, Nunggak Lebih dari Tiga Tahun Cukup Bayar Dua Tahun Saja

Masyarakat wajib pajak sambut antusias diskon 'samsat'
82 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kebijakan pro rakyat Pemerintah Provinsi Bali berupa diskon piutang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) alias ‘Samsat’ disambut antusias masyarakat. Tak hanya penghapusan sanksi berupa denda dan bunga saja, bagi wajib pajak yang menunggak ‘Samsat’ hingga tiga tahun atau lebih, cukup membayar hanya dua tahun saja.

Seorang warga yang tinggal di Sanur memanfaatkan momen ini. Kendaraan roda empat yang dia miliki belum sempat di samsat hingga delapan tahun. Dengan adanya kebijakan ini, dia akhirnya segera mengurus dan menunaikan kewajibannya. “Lumayan ada diskon,” ujarnya seraya meminta namanya tidak dikorankan saat ditemui di Kantor Samsat Denpasar, Jumat (11/6).

Menurutnya, jika tidak ada kebijakan ini, maka dirinya merogoh kocek hingga Rp8 juta lebih. Namun dengan diskon ini, dia hanya mengeluarkan Rp2 jutaan saja. “Saya lupa nyamsat, kemudian sekarang ada corona, jadi keadaan sedang sulit,” bebernya.

Sebelumnya, dirinya sempat meminta keringanan berupa pembayaran pajak hanya setengahnya saja. Namun karena terbentur aturan, hal itu pun tidak diperbolehkan. “Eh malah sekarang ada diskon. Saya merasa bersyukur,” tandasnya seraya berlalu karena namanya telah dipanggil.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, Made Santha menuturkan, kebijakan ini merupakan inisiatif Gubernur Bali, Wayan Koster yang terketuk hatinya melihat situasi dan kondisi masyarakat Bali yang sedang terpuruk akibat mewabahnya virus corona.

Dikatakan, kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembebasan Pokok Pajak Serta Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga dan Denda Terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II.

“Kebijakan ini karena kepedulian bapak gubernur terhadap kondisi perekonomian Bali yang mengandalkan sektor pariwisata. Kini pariwisata sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Tak ada wisatawan yang datang berlibur ke Bali,” tutur pria penggemar VW Kodok ini.

Pihaknya berharap, masyarakat memanfaatkan momen ini, dan segera menunaikan kewajibannya. Karena, waktunya yang sangat singkat. “Kebijakan diskon pajak ini hanya empat bulan, dimulai 8 Juni sampai dengan 3 September 2021,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Santha, kebijakan ini tidak akan diperpanjang. Tahun depan, kata dia tidak akan ada lagi relaksasi seperti ini lagi. “Juli 2021 digadang-gadang pariwisata internasional akan dibuka. Jika ini terwujud, maka perekonomian masyarakat bakal membaik, sehingga kebijakan diskon pajak tidak akan ada lagi di tahun-tahun mendatang,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.