Disiplin 6M, Kasus Positif Kembali ‘Meroket’

Dewa Made Indra
86 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kasus harian terpapar Covid-19 kembali ‘meroket’, bertambah tiga digit pada Minggu (4/7). Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Provinsi Bali mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6M.

Yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan. Selain itu, juga mengimbau agar tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Coronavirus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku dari 3-20 Juli 2021.

Sementara itu, update penanggulangan Covid-19 per hari Minggu ini, pertambahan kasus untuk terkonfirmasi positif sebanyak 355 orang. Terdiri dari 297 orang melalui transmisi lokal, 58 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Kabar baiknya, sembuh bertambah sebanyak 131 orang, sedangkan pasien meninggal dunia bertambah empat orang.

Dengan adanya tambahan tersebut, maka jumlah kasus secara kumulatif untuk terkonfirmasi positif menjadi 51.498 orang, sembuh 47.553 orang (92,34%), dan meninggal dunia 1.585 orang (3,08%). Kasus aktif per hari Minggu ini menjadi 2.360 orang (4,58%).

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan, untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat.

Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia. Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.313.983 orang dan vaksin 2 sebanyak 751.269 orang.

“Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.683.020 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 758.368 dosis,” kata Dewa Made Indra melalui siaran pers yang diterima redaksi POS BALI.

Terkait SE Nomor 9 Tahun 2021, Dewa Indra menyampaikan bahwa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik di sekolah, perguruan tinggi, akademi, dan tempat pendidikan/pelatihan diakukan secara daring/online. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% Work From Home (WFH).

Dewa Indra menambahkan, untuk sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50% maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

“Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25% maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat,” ungkap Dewa Indra yang Sekda Provinsi Bali.

Sementara untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WITA dengan kapasitas pengunjung 50%, dan untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam serta kegiatan pada pusat perbelanjaan mall, pusat perdagangan ditutup sementara.

Penutupan PKB Daring

Penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang diagendakan pada 10 Juli ini juga akan digelar penuh secara daring. Penutupan dilakukan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Pak Gubernur yang menutup, Gubernur berpidato dari Jaya Sabha, pertunjukan sudah melalui perekaman, sudah diseting,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Gede Arya Sugiartha.

Dijelaskan, pihaknya telah menutup aktivitas yang ada di Taman Budaya, Art Centre, Denpasar pada hari pertama penerapan PPKM Daruat.

Sebab sebelum PPKM itu diterapkan, beberapa UMKM masih ada yang membuka stand pameran di areal Gedung Ksiarnawa. “Pameran sudah tutup kemarin, pertunjukan sudah pindah semua ke virtual,” jelasnya.

Meski PKB masih akan berlangsung selam delapan hari kedepan, mantan Rektor ISI Denpasar ini mengaku tidak ada agenda yang tertunda ataupun dibatalkan dari penerapan PPKM Darurat tersebut. Sebab semua pertunjukan semuanya telah melalui virtual yang sebelumnya dilakukan perekaman.

Hanya saja beberapa stand pameran yang ada di areal Gedung Ksiarnawa ditutup lebih awal. “Kegiatan tidak ada yang ditunda, semua jalan pertunjukan dari media yutube Disbud Provinsi Bali. Pameran-pameran sudah kami tutup juga, gak ada kegiatan di taman budaya, memang sudah kami tutup sejak kemarin,” tegasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.