Disel Astawa Promosikan Panggung Budaya Praharsacitta di Ulang Tahun Emasnya

ist/Wayan Disel Astawa (paling kiri) usai menerima pemberian tongkat komando oleh salah seorang sulinggih di Bali
344 Melihat

Ajak Wisatawan Datang ke Pantai Melasti Ungasan

MANGUPURA, posbali.co.id – Melalui momentum perayaan HUT ke-50 (Golden Anniversary) Wayan Disel Astawa yang sekaligus bertepatan dengan momentum HUT ke-3 D15EL Family, Panggung Budaya Praharsacitta Pantai Melasti Ungasan untuk pertama kalinya diperkenalkan secara umum, Selasa (11/5) malam. Berbagai pertunjukan seni dan budaya dipentaskan di panggung terbuka yang memiliki pemandangan sunset dan keindahan pantai bertebing eksotis tersebut. Salah satu diantaranya adalah Tari Kecak yang mengambil lakon Titi Situbanda, yang dirangkaikan dengan lagu maskot ‘Pantai Melasti Surganya Pulau Bali’ dan video promosi. Selain itu juga diperkenalkan ikon Pantai Melasti berupa angsa putih yang melambangkan cinta kasih suci.

Wayan Disel Astawa, S.E menyampaikan, terimakasih dan memohon doa restu kepada masyarakat Ungasan, sahabat, keluarga besar D15EL Family dan undangan lainnya. Pihaknya berharap agar ia bersama keluarga selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kerahayuan, dan diberikan tuntunan yang baik selama dipercaya menjadi Bendesa Adat Ungasan serta Anggota DPRD Bali. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan, dorongan motivasi, keluarga besar D15EL Family yang telah banyak mengantarkan kesuksesan bagi keluarganya. “Melalui ini, sehingga apa yang menjadi suatu harapan bersama, bisa tercapai dengan baik. Tentunya tidak lupa juga kami menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah memberikan motivasi kepada keluarga kami,” ucap Ketua DPC Partai Gerindra Badung ini.

Dipaparkannya, perayaan ulang tahun emas Disel Astawa digelar di Panggung Budaya Praharsacitta, karena merupakan momentum baik selaku Bandesa Adat Ungasan yang menggagas dan memprakarsai DTW Pantai Melasti. Melalui momentum tersebut pihaknya ingin memperkenalkan kepada semua pihak, agar mengetahui apa peruntukan dari secara jelas, makna dan tujuan dibangunnya Panggung Praharsacitta itu. Panggung Budaya berkapasitas seribuan orang itu dibranding sebagai tambahan pengembangan DTW Pantai Melasti, dengan daya tarik sunset, tebing, tari kecak Titi Situbanda dan lain sebagainya yang membuat Kementerian Pariwisata menilai Pantai Melasti merupakan tujuan wisata premium class.

Ikon pantai Melasti saat dipentaskan

Ia menaruh harapan agar janji pemerintah untuk membuka pariwisata internasional pada bulan Juni-Juli ini benar bisa terealisasi. Apabila pariwisata internasional sudah dibuka, ia mengajak semua pihak, baik kawan, teman dan siapa saja yang ingin menggelar kegiatan pesta ulang tahun, pentas budaya, praweding, weding dan sebagainya bisa menggunakan panggung Praharsa Cinta yang baru saja selesai dipelaspas pada 4 Mei 2021. “Selama perjalanan D15EL Famili sejak tahun 2018, khususnya di masa pandemi Covid ini. D15EL Famili ikut berpartisipasi meringankan beban masyarakat. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yaitu menyumbangkan total sebanyak 40 ton beras, telor, mie instan dan kebutuhan lain,”imbuhnya.Manajer Pengelola Pantai Melasti Wayan Karnawa mengaku sangat mengapresiasi sikap Wayan Disel Astawa, yang memilih memanfaatkan Panggung Budaya Praharsacitta untuk gelaran acara ulang tahunnya yang ke-50. Apalagi hal itu dilaksanakan untuk mempromosikan Panggung Budaya Praharsacitta, yang merupakan fasilitas wisata baru di Pantai Melasti. “Tentu kami sangat mengacungi jempol sikap beliau. Panggung Budaya Praharsacitta adalah sebuah ikon baru di Pantai Melasti. Hal semacam ini yang kami harapkan untuk mempromosikan Pantai Melasti. Semoga pariwisata Bali segera bisa pulih, sehingga roda perekonomian masyarakat bisa menggeliat,”terangnya.

Saat ini kunjungan wisata di Pantai Melasti diakuinya sangat didominasi oleh wisatawan domestik. Perhari kunjungan tersebut mencapai tujuh ratusan orang, kemudian naik menjadi seribu limaratusan saat akhir pekan. Angka kunjungan tersebut cenderung menurun drastis dibandingkan sebelum pandemi terjadi, yaitu sekitar limaribuan perhari. Kendati mengalami penurunan kunjungan, namun kawasan Pantai Melasti terus dipersolek. Hal itu merupakan bentuk kesiapan dalam menyambut rencana dibukanya kembali pariwisata internasional kembali d buka ke Bali pada bulan Juni-Juli 2021. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.