Disbud Genjot Inventarisasi Kesenian di Kota Denpasar

Pementasan Gambuh, salah satu kesenian klasik di Kota Denpasar, dalam Pesta Kesenian Bali beberapa tahun lalu.
210 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar menggencarkan pendataan kesenian di Kota Denpasar. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan seni tersebut.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti, Minggu (24/1/2021), mengatakan, kegiatan yang dikemas dalam program Inventarisasi Kesenian di Kota Denpasar ini merupakan sebuah upaya untuk menciptakan database untuk mendukung pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan seni di Kota Denpasar. Empat cabang kesenian menjadi prioritas yakni seni tari, seni karawitan, seni rupa, dan seni teater.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan inventarisasi ini, sekaa, sanggar, banjar, pura, pemaksan, dan komunitas seni bisa didaftarkan, asalkan dalam aktivitasnya melaksanakan pembinaan kesenian tua atau yang bersifat mengkhusus. “Sekaa, sanggar atau komunitas bisa masuk asalkan ada kesenian khusus. Tetapi, jika sanggar itu hanya melakukan pembelajaran tari dan tabuh secara umum, tidak bisa masuk. Jika sanggar itu melakukan pelatihan atau pembinaan seni Gambuh atau Arja itu bisa, dan khusus sanggar kita sudah ada databasenya sendiri,” ujar Dwi Wahyuning.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan seni di Kota Denpasar. Nantinya dapat ditarik kesimpulan seberapa besar kesenian Kota Denpasar yang masih aktif, kurang aktif ataupun yang sangat urgen untuk dilaksanakan penyelamatan. “Jadi dengan Inventarisasi Kesenian ini data yang kita peroleh memang data valid sesuai dengan apa yang ada di lapangan, sehingga dapat diputuskan apakah diperlukan pendampingan, pembinaan atau rekonstruksi,” katanya.

Adapun proses inventarisasi ini dilaksanakan secara daring. Masyarakat ataupun tokoh masyarakat dapat mendaftarkan keseniannya atau kelompok keseniannya melalui link pendaftaran https://bit.ly/Pendataan_Kesenian. Pendaftaran cukup dengan mengisi data pada link tersebut yang terdiri atas nama kesenian, tahun berdiri kesenian/sekaa, kecamatan, desa/kelurahan, banjar, alamat, nama ketua kesenian, no HP, email sekaa, deskripsi singkat, status kesenian aktif/tidak aktif dengan baik dan jelas untuk dikirimkan kembali. Setelah dilengkapi dan dikirimkan, maka kesenian tersebut sudah masuk dan terdata di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

“Kami sudah bersurat ke perbekel/lurah untuk diteruskan kepada masyarakat, sehingga pendataan ini dapat dilaksanakan secara maksimal serta diharapkan dapat mengisi paling lambat 31 Januari 2021,” kata Dwi Wahyuning.

Dia berharap dengan potret data ini Pemkot Denpasar dapat memiliki peta data yang baik. Selain itu, dengan data ini diharapkan kesenian-kesenian yang tidak berkembang dapat dilakukan rekonstruksi kembali baik secara mandiri melalui kegiatan di Disbud ataupun dengan melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga tinggi, komunitas atau pun kelompok kesenian lainnya yang ada di Kota Denpasar maupun di Provinsi Bali. Dan untuk yang sedang berkembang tetap bisa dilakukan pemantauan. “Karenanya Dinas Kebudayaan tidak dapat melakukan hal ini sendiri. Kami membutuhkan kerja sama yang baik terutama dengan pemilik wilayah kesenian itu sendiri,” harapnya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.