Disbud Bali Fasilitasi 50 Komunitas Pentas Virtual

KEPALA Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan "Kun" Adnyana. Foto: ist
581 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui Bidang Kesenian akan memfasilitasi 50 kelompok seni, sanggar atau yayasan untuk menampilkan karya seni berupa seni pertunjukan, seni rupa, seni pedalangan, seni sastra dan/atau  teater dalam bentuk panggung virtual. Kegiatan ini dalam rangka memfasilitasi para kreator, seniman, dan pekerja seni yang terdampak Covid-19 untuk tetap kreatif berkarya, sekaligus untuk ikut serta menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19, melalui social/physical distancing, bekerja,  belajar dan berkarya dari rumah.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, menjelaskan, Disbud Bali memiliki program pemajuan kesenian dengan kegiatan peragaan dan pementasan seni budaya. Mengingat pandemi Covid-19, kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan dalam format peragaan dan pementasan yang disaksikan secara langsung oleh penonton sebagaimana biasa pada situasi normal.

Atas arahan Gubernur Bali Wayan Koster, jelas “Kun” Adnyana,  peragaan dan pementasan dimaksud kemudian dilaksanakan melalui bentuk media virtual. ‘’Seperti memanfaatan beragam kanal media sosial, sementara penggarapan dan pentasnya tetap dari rumah atau studio masing-masing,’’ jelas “Kun” Adnyana, didampingi Kabid Kesenian Ni Wayan Sulastriani, Selasa (12/5/2020).

Konsep penyajian karya virtual yang ditayangkan pada media sosial, urai “Kun” Adnyana, ketentuan setiap kelompok seni menampilkan 1 peragaan atau pementasan berdurasi 30-45 menit. Berupa rekaman utuh format video dan disimpan dalam bentuk digital (flashdisk, DVD, serta file digital lainnya), dokumen foto-foto peragaan dan pementasan kesenian.

Lanjut dia, setiap peragaan atau pementasan dibuat dalam format rekaman, video, tayangan berdurasi 3 menit, yang selanjutnya diunggah ke media sosial masing-masing dengan mencantumkan hastag#peragaandanpementasansenibudayaDisbudProvBali2020,#PemprovBaliPeduliDampakCovid-19, #SenimanBaliTetapBerkreasi,#NangunSatKerthiLokaBali.

Setiap peragaan merupakan pagelaran mini dengan ketentuan jumlah personel kurang dari 24 orang,  dan mendapat pembiayaan sebesar Rp10.000.000. Ia menyebut, hasil rapat dengan dinas yang menangani urusan kebudayaan kabupaten/kota se-Bali, Senin (11/5) lalu, telah disepakati setiap kabupaten/kota mendapat jatah empat kelompok atau sanggar untuk diajukan tampil dalam peragaan atau pementasan virtual dimaksud.

Sementara itu, Kabid Kesenian Sulastriani menambahkan, batas waktu mengajukan nama kelompok hingga 18 Mei 2020 ke Dinas Kebudayaan Provinsi. Ditekankan, dalam hal mewujudkan peragaan atau pementasan virtual ini agar dilaksanakan melalui proses saling merespon antar kreator, baik secara mandiri maupun kolaborasi kemudian dipadukan dalam 1 (satu) sajian berbentuk virtual.

‘’Dengan catatan disiplin menjalankan protokol penanggulangan pandemi Covid-19 yaitu: setiap kreator memperagakan atau berkreasi dari rumah, studio, dan kediaman masing-masing,’’ pungkasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.